Aku


Ku tak mengenal diriku, aku tak tahu tujuanku. Aku kehilangan diriku, namun kini ku mencarinya. Aku tersesat, jatuh, dan terluka. Tak kutemui setitik cahaya tentang diriku. Hingga, ku berdiam diri tuk sejenak.

Ku mencoba berfikir dan mengingat hal yang terjadi. Hingga Akhirnya ku tertidur. Ku bangun masih seperti sebelumnya, gelap dan sangat mencekam. Aku takut untuk berjalan lagi, aku takut untuk menghadapi semuanya. Akupun menangis, aku ingin mampu untuk berjalan lagi.

Ku paksakan ingatanku, hingga akhirnya ku mengingat sesuatu. Aku memiliki tujuan hidup yang besar, karena itu terlalu besar untukku, hingga akhirnya aku jatuh dan tak mampu untuk berdiri lagi. Aku tak mampu menahan tujuanku itu, karena angin yang terlalu besar. Sehingga ku tersadar kalau diriku sangat lemah.

Kini, ku melihat setitik cahaya. Mungkin karena diriku sudah mengetahui apa yang terjadi. Mungkin kini ku hanya harus membangkitkan tujuan itu kembali, namun dengan cara yang berbeda.

Pertama ku harus siap untuk menguatkan diriku dalam menghadapi kenyataan yang akan terjadi.

Kedua ku harus siap untuk berjalan lagi untuk mengejar tujuanku itu.

Ketiga, ketika ku jatuh aku harus siap untuk bangkit kembali.

Ku paham dengan idealisku sekarang, aku harus menurunkan standar pemikiranku.

Tinggalkan komentar