Harap


Perihal harap, aku ingin kamu, begitu juga sebaliknya. Tapi aku takut salah berharap.

Namun, tak ada salahnya berharap. Begitu kata pikiranku. Yasudah aku memohon saja kepada tuhan agar kau bisa menjadi milikku.

Namun, segala sikapmu membuatku sedikit susah untuk terus berharap. Apa salah jika denganmu?

Apa ada yg salah dengan aku yang ambis, sensitif, idealis, dan perfeksionis ini? Beritahu aku, apa kamu akan terus enggan terhadapku?

Lalu…

Bagaimana caraku untuk memantaskan diriku terhadapmu?

Tinggalkan komentar