Perihal layak.. aku fikir kita sama-sama berjuang supaya kita disatukan dan menjadi layak.
Namun, nampaknya dirimu sama sekali enggan terhadapku. Mungkin ini hanya hipotesaku, karena semakin ku mencari ternyata jawabannya sama.
Apakah kita layak? Apakah kita tidak layak? Apakah aku salah dalam menaruh hati?
Aku takut jika bukan dirimu, aku selalu kesepian. Aku rasa kebahagiaanku ada pada dirimu. Namun, kamu sepertinya enggan menjadi kebahagiaanku.
Perihal layak, apakah perasaanku ini salah untuk menjadi layak terhadapmu? Apa mungkin kamu yang enggan layak untuk bersamaku?
Layak atau tidak diriku untukmu, aku pasrahkan perasaan ini kepada Tuhan.
Mungkin usahaku pun akan tak tentu arahnya, selalu memikirkan benar atau salah. Suka atau tidak sukanya dirimu.
Maaf jika sebenarnya aku tak layak untukmu.
Tinggalkan komentar