Tujuan


Kini kutahu apa yang kurang dalam “Kita” yaitu tujuan.

Tujuan yang seharusnya menjadi tiang dalam sebuah hubungan. Kini ku ragu jika kamu memiliki tujuan yang sama denganku. Aku tak pernah lepas darimu karena kutahu tujuanku untuk bisa selalu ada untukmu. Aku ingin melanjutkan jenjang hidupku denganmu. Bagaimana denganmu?

Rasa sakit tidak akan mengalahkan sebuah tujuan. Apalagi tujuan itu untuk hidup yang lebih baik.

Aku yakin jika kita berdua memiliki tujuan yang sama, segala halang & rintang yang menghalau akan selalu mengembalikan kita di jalan yang sama.

Aku ragu untuk memulai cerita baru tanpamu, atau mungkin aku tidak bisa. Yang bisa kumengerti adalah ketika kamu sudah mencintai orang lain atau mungkin diri kamu. Roda memang akan selalu berputar ketika berjalan, begitu juga kita. Kapal-pun tidak akan selalu berada di lautan yang tenang, akan selalu ada badai dan ombak yang menerjang.

Inilah tujuanku, mencintaimu sampai mati. Aku tak yakin jika bukan dirimu. Biarkanlah aku diombang-ambing perasaan ini, karena kurasa akan ada suatu saat dirimu bisa ku capai.

Penolakanmu hanyalah awal dari rasaku untuk semakin terus berjuang mendapatkan dirimu. Karena keyakinanku tidak akan mudah dipatahkan dengan rasa seperti itu.

Tinggalkan komentar