Diferensial


Mungkin, memulai hal baru itu butuh pembelajaran terlebih dahulu. Perihal perbedaan terkadang mencolok disebuah keadaan. Terutama perihal sifat. Berbeda dan berlawanan adalah aku dan dia. Justru, terlalu banyak perbedaan kita. Aku yang serba terencana, terstruktur, dan disiplin. Dihadapkan dengan dia yang suka dadakan, tidak disiplin, dan acak-acakan sesuatunya.

Dalam beberapa pemikiran, mungkin ini adalah suatu hal yang menjadi penyeimbang hidupku, dipertemukan oleh wanita yang justru sifatnya berlawanan denganku. Namun, pada akhirnya lumayan membebani juga. Karena rasa sakit itu muncul ketika melihat ternyata dirinya tidak mampu menyesuaikan, apa memang aku yang harus menyesuaikan? Manakah yang lebih sulit?

Perbedaan kita semakin terlihat jelas, membuatku terkadang berfikir “apakah memang dirinya ini untukku?” tapi tetap saja kujalankan semua skenario hidup ini. Jika Yang Maha Kuasa berkehendak lalu sejak itulah mungkin aku akan berhenti.

Jika seandainya ia menurutiku, apakah aku akan mengambil hak hidupnya?
Apakah semakin lama, justru akan menghancurkan?

Tinggalkan komentar