Sometimes i lose myself, when i like to be talkative with someone.
Somehow it’s kinda missing.
Ketika aku mulai bisa berbicara apapun yang diriku ketahui dan orang lain meskipun tidak mengetahuinya ia tetap saja mendengarkan.
Tadi di kantorku ada sesi sharing, dimana ada suatu kalimat yang mengatakan bahwa
Ketika seseorang terlalu banyak pikiran, ia hanya butuh seseorang untuk mendengar segala keluh kesahnya.
-fn.190922
Kemarin, aku melihat sebuah konten tiktok atau twitter, dimana seseorang ingin menceritakan apa yang ia suka, tapi lawan pasangannya tidak mau mendengar mungkin karena dirinya kurang paham dengan topik yang akan dibicarakan.
Kira-kira begini dialognya
“Kamu mau dengar aku cerita one piece ga?” -co
“Ga mau” -ce
“Kamu denger aja.” -co
Dari percakapan itu aku menyadari bahwa adanya pasangan yah untuk itu, saling menerima percakapan yang mungkin hanya ingin disampaikan atau diceritakan tanpa perlu tahupun yang penting didengar.
Sulit memang rasanya jika seperti itu, dimana kita kebanyakan hanya ingin dengar apa yang ingin kita dengar.
Terkadang aku membutuhkan hal itu, aku hanya ingin didengar tanpa dicela atau dihina. Hal yang sangat amat ku rindukan.
Tinggalkan komentar