Aku melihatmu merenung di meja kerjamu. Ku tanya “Ada apa?” Sejenak dirimu diam, lalu melihat ke arahku. Air matamu mengalir, aku bingung. Aku menepuk pundakmu, seakan berkata ‘menangislah’.
Semakin tak terbendung air matamu, lalu kamu bercerita dengan isak tangismu. Aku mendengarkan, menghapus air matamu.
Tinggalkan komentar