Tiap jalan yang kupandang, keberadaanmu mengiringi. Hembusan angin jalanan, mengelus tubuhku olehmu. Satu persatu angin menyapaku, membisikkan cintamu padaku.
“Ahh, sejuk sekali” katamu.
Aku mengecup dinding-dinding debu, yang menemaniku seraya dipeluk erat olehmu.
Tinggalkan komentar