Mungkin dia telah melalui banyak hal, sehingga kini hanya percaya pada takdir. Mungkin, dia terlihat tanpa ambisi atau tanpa visi. Mungkin saja ia sedang merangkai kembali bongkahan rumah yang sudah menjadi puing secara perlahan.
Ia percaya bahwa hidup tak perlu buru-buru. Ia percaya bahwa tuhan memiliki andil dalam memberikan hasil dari apa yang ia tanam.
Anggur bisa saja terlihat manis, tapi rasanya belum tentu. Jadi ia percaya bahwa segala sesuatu yang terlihat manis belum memberikan efek yang baik.
Dia hanya menjalankan hidup dengan sekuat mungkin tanpa meminta imbalan apa-apa. Karena dia yakin klo tuhan yang akan memberikan yang terbaik dari apa yang dia usahakan.
Tinggalkan komentar