Terikat oleh hujan, dengan basahnya tubuh. Malam yang kesekian kalinya aku merindukan wangi aromamu. Sebab, hujan menjadi pelekat harummu.
Kulaju sepeda motorku dengan begitu hati-hati, sebab yang dihati sedang ku tangisi dalam rintihan air hujan yang merintih. Tak kuasa rinduku, menjadi pilu dan sendu seakan menyapu keinginanku untuk bertemu. Karena bertemu denganmu sama saja menjadikan hujan ini penderitaan yang takkan berhenti.
Hujan datang tak menentu, begitupun rasa rinduku. Perihal hujan takkan pernah menjadi abu.
Tinggalkan komentar