Kala Mimpi


Di persimpangan kenyataan dan harapan, aku menemuimu dengan rasa bersalah. Aku menemuimu dalam kebohongan semu yang menakutkan. Aku dibunuh olehmu, oleh cintamu. Cintamu yang merasuk tubuhku perlahan kurindukan, namun tanpa sengaja aku akan terbunuh perlahan.

Cintamu itu racun yang mencekik relung hatiku. Ruang hatiku bisa penuh oleh rasa cintamu. Tapi aku enggan, enggan merindukan cinta yang kau berikan. Aku cukup 2 kali meneguk racun itu.

Tinggalkan komentar