Dalam suaramu, kau menyanyikan lagu yang menyayat hatimu. Lirih dalam luka yang tertanam membuat suaramu merintih. Hingga sesak dan tersedak bahkan air matamu hampir terjatuh.
Dirimu menyanyikan lagi itu, membuatku merasakan rasa sakit yang kau alami sampai kini. Engkau bertahan dengan rasa sesak, hingga kini suaramu menyanyikan seraya melepaskan sakaratul maut cintamu.
Engkau rindu dengannya, tapi engkau membencinya. Entah seperti apa cintamu hingga rindumu menjadi luka yang begitu pedih.
Tinggalkan komentar