Kala malam menyepi, dirimu duduk diantara keheningan. Menyapu segala bising, sehingga sayupmu begitu jelas.
Tatkala aku bergumam tentangmu, dirimu tersipu. Namun, aku takut jika kau akan menghilang dari hadapanku.
Dirimu menyegarkan layaknya oasis ditengah gersangnya padang pasir, namun aku khawatir bayanganmu itu ternyata menipuku. Aku takut ketika sudah menghampirimu, ternyata semua itu hanya khayalan dan kehampaan.
Dirimu yang nyata, seakan halusinasi. Sepi dan sayupmu masih nampak, namun takutku tak kuhindarkan.
Tinggalkan komentar