Ku merindukanmu, secarik kertas ini menjadi bukti kisah rinduku padamu.
Tatkala gelap menghimpit, bisik-bisik bayangmu menghampiri kegelisahanku. Dihujung pena, tulis rindu ku padamu. “Wahai bintangku, yang kian menghias langit nan jauh. Indahku padamu, cahayaku padamu. Kini rinduku tak berhujung, seakan menggerogoti pikiranku laksana rayap menghiasi kayu pintuku. Malam menjadi gusar, siang menjadi dahaga. Aku bertepi merindumu dalam, se-dalam-dalamnya.”
Tinggalkan komentar