Kerlip cahaya yang kian padam, sunyi menghimpit begitu keras sehingga membuatku sesak sekarat. Saat resah gelisah menari di dalam dadaku, membuat hatiku seakan meledak.
Hanya tenang, bukan sunyi yang kudambakan. Pelukanmu itu yang membuatku tenang. Tapi angan hanyalah angan, layaknya angin berhembus dingin walau tak ingin terasa dingin.
Begitulah sunyi, terkadang sering datang seperti tetangga yang kelaparan, ia butuh ditemani dan dikasihi agar tetap terasa hidup.
Tinggalkan komentar