Mungkin inilah cinta, begitu mudahnya beralih. Aku yang tak pernah berharap dirimu, kini Aku berharap. Andaikan cinta itu hadir hanya sesaat, Aku tak perlu memutar kepala untuk melupakan.
Nyatanya berharap itu mematikan perasaan dan pikiranku, aku sering memintamu menjadi yang terbaik untukku, namun rencana yang Maha Kuasa selalu diluar dugaan.
Kepalaku seakan berhenti berpikir, yang ada hanya kamu yang masih kuharap sampai saat ini, namun rasa sakit itu kian menjadi luka yang membekas, mengisyaratkan diriku agar tidak berharap.
Tinggalkan komentar