Jam menunjukkan pukul 01:00. Menghela nafas panjang, agar semua beban di malam ini setidaknya lebih ringan. Aku mulai bertengkar dengan batinku, seakan ini adalah dialog antar ego dan alter ego.
“Kamu ini sudah tua, kenapa masih saja bermain-main? Lihatlah teman seumuranmu sudah bahagia dengan keluarga kecilnya”
“Kamu yakin mereka bahagia? Bagaimana jika yang terlihat hanya kebahagiaan mereka? Memangnya kamu ga mengira kalo mereka gaakan nunjukkin kesedihannya?”
“Setidaknya mereka memiliki kehidupan yang utuh, bisa berbincang dengan pasangannya atau anaknya. Memangnya kamu cuma bisa ngobrol sama diriku, dasar gila”
“Segila-gilanya aku masih gila kamu lah, mau aja diajak ngobrol samaku, lagi pula memangnya hidup harus berkeluarga yah? Akupun bisa bahagia sendiri nanti”
“Hahaha, Nanti? Kapan? Kamu aja gabisa memandang bagaimana kebahagiaanmu sekarang, apalagi nanti?”
Tinggalkan komentar