Sirna Cinta


Dalam percakapan di dalam kafe, sepasang kekasih beradu mulut. Gebrakan lantang dari meja, mereka menghiraukan minuman yang terjatuh akibatnya.

Itu semua perkara bosan. Katanya dulu begini sekarang begitu.

Dulu ucapan cinta terucap, sekarang cinta hanya sekedar ingatan.

Dulu lembut tuturmu, sekarang menusuk setiap katamu.

Dulu tubuhmu memelukku hangat, sekarang sikapmu mendingin.

Jika kita sebuah kapal, mungkin angin tak lagi meniup layar. Angin sirna, seperti cinta kita.

Tinggalkan komentar