Senyum perpisahan itu begitu teringat, dikala pertemuan pertama kita berakhir. Aku mengantarmu ke peron terakhir, nampaknya disini hanya ada kita. Angin malam yang menghembus dihantar oleh suara pengumuman kereta terakhir malam ini.
“Terimakasih untuk hari ini, ya” ucapnya tersenyum lebar
Aku hanya mengganggukan kepala, sebab aku terbisu bahagia.
Suara bising kian mendekat, kereta terakhir akhirnya datang. Perlahan terbuka pintu. Sembari masuk pintu kereta itu, dirimu melambaikan tangan begitu sering. Tertampak kebahagiaanmu kepada hari ini. Aku bersyukur pertemuan ini berakhir bahagia berharap hari selanjutnya akan terus begini.
Tapi ternyata hari selanjutnya itu tidak ada.
Tinggalkan komentar