Terhirup wangi dari angin yang dihempas saat berlari. Terlihat kegelisahan hadir disekujur aromanya. Satu lift bersama menuju lantai yang berbeda.
Hanya kita berdua, ia berulang kali menatap waktu yang berada dipergelangannya. Namun wanginya sudah tersimpan dalam lift yang kita pijaki. Harumnya berkembang-biak di hidungku bahkan hingga ke paru-paruku.
Pintu lift terbuka, ia bergegas menuju ruangannya, sedangkan aku ditinggal oleh harum yang sudah berlari ke hatiku.
Tinggalkan komentar