Segala yang dibenci dilakukan, membuktikan bahwa Tuan tidak pilkasih. Sebab, ia seringkali terlihat mencintai yang lain daripadaku.
Biasanya tuan selalu memberiku sedikit pelajaran dan pengertian atas perbuatanku, namun kini Tuan acuh.
Ia bersikap seolah sudah lelah memberiku makan sebab aku tak pernah kenyang dan selalu meminta lagi.
Aku bertanya “Tuan, mengapa engkau tak lagi memperhatikanku? Padahal aku butuh kasihmu.”
Dengan wajah datar Tuan menjawab, “Bukan Aku yang butuh kamu, tetapi kamulah yang butuh Aku. Aku memberimu bukan atas kebutuhan pengakuanmu. Aku mengasihimu atas apa yang kamu perbuat. Kini kamu berlebihan. Kembalilah menjadi dirimu, dan aku akan mengasihimu.”
Tinggalkan komentar