Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

Poem

  • Ada masanya

    Aku akan kehilanganmu Kehilangan satu persatu Semua yang pernah bersatu Kehilangan dirimu Kehilangan diriku Akan ada waktu Kita ditelan waktu Read more

  • Berkembang

    Menantimu, dari kecil hingga besar Menunggumu, tumbuh dan berkembang. Apa bedanya? Tidak ada Hanya ingin menunggumu Dengan erat mencintaimu Dari ada hingga tiada. Read more

  • Pemikir

    Aku akan kehilangan Kehilangan sebuah angan Mencintaimu menyayangimu Dalam aksara yang abadi Di hati sang pencuri hati Berpikir tanpa hati Mengingat nanti Cuma aku, tanpamu Memaku di nisanmu. Read more

  • Sepercik Pedoman

    Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Maha Pencipta Apa yang terjadi maka terjadilah Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan Sesungguhnya Manusia berada dalam kerugian Bersama kesulitan ada kemudahan Saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Kerjakanlah Sabar dan Sholat. Read more

  • Sol

    Engkaulah yang menyinari, engkaulah kehangatan, engkaulah kehidupan. Hadirmu, kasih sayang Pergimu, kerinduan Engkau akan kembali, meski pergi meninggalkan sinarmu. Sinarmu akan tetap hadir, di setiap sanubari yang menerimamu. Read more

  • Tua

    Kita kan tua, menunggu ajal bersama Hingga ditanam dalam tanah Menunggu waktu untuk bertemu Sang Pencipta dan Sang Kuasa Tua menjadi takut Takut banyak kutuk Kutuk kawan buluk Buluk oleh busuk. Read more

  • Di Penghujung Juli

    Mengejar tak pasti Memeluk harapan Melepas harapan Kehilangan harapan Pedih diujung pelipis Meninggalkan sayatan Yang membekas Asa menjadi mayat Yang terkubur dalam hangat Dipeluk kematian Read more

  • Rasakan Cinta

    Semua berhak mengerti cinta, tak perlu memiliki kekasih jika ingin mencinta dan dicintai. Duduklah, rasakan kehadiran orang tuamu. Apakah mereka mencintaimu? Jika tidak, duduklah rasakan kehadiran teman-temanmu. Apakah kamu merasa dicintai? Jika tidak, duduklah rasakan udara sekitarmu. Apakah kamu mencintainya? Jika tidak, sujudlah dihadapan Tuhanmu, seraya memohon Cinta kepada sang Al-Wadud. Read more

  • Malaikat Maut

    Ketika Malaikat Maut menjemputku dan bertanya “Sudah siapkah dirimu tersiksa di tempat yang tiada pengampunan kecuali rahmat dari Tuhanmu?” “Segala apa yang ditakdirkan untukku adalah rahmat dari Tuhanku, biarkanlah aku tersiksa jika memang itu kehendak Tuhanku” jawabku. Read more

  • Dipeluk Rasa

    Begitu erat pelukmu, hendak meninggalkanku dalam jarak yang tak bisa dihitung penggaris. “Aku akan merindukanmu” katamu dengan lirih. Dirimu berjalan melambai tangan, dan semakin kabur dalam pandanganku. Katamu, akan selalu menemani. Katamu, akan selalu membantu. Katamu, tak bisa jauh dariku. Nyatanya, kata-katamu hanyalah lolipop untuk aku si gadis kecil. Kini aku harus menelan rasa manisnya Read more