Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

Poem

  • Daun Kehilangan Arah

    Begitu cepat daun berguguran,terjatuh dari ketinggian.Sedangkan aku, bertahan di dahan, sedang menunggu angin atau menjadi layuhingga aku jatuh sendirinya. Melihat gugurnya dedaunan Jatuh begitu cepat, meninggalkan dahannyahingga terayun-ayun. Tapi aku dauntak selalu kendaliku untuk tumbuhmungkin sang pohon punya rencana. Read more

  • Sistem Kehidupan Baru

    Ia mengurung bahagia menjadi dilema, hingga harus bersiap terbawa arus. Layar menjadi arus utama kehidupan baru, menggerogoti pikiran menjadi secuil biji matahari. Rasional menjadi tabu, seperti isu yang tak boleh didengar siapapun. Tapi, mereka tetap hidup, karena benalu tak tahu malu. Kehidupan itu, akan selalu memberi dilema, kekecewaan hingga tak mengenal lagi kata bahagia. Bersiaplah, Read more

  • Keberadaan

    Sedetik melihatmu, dunia menjadi baik-baik saja. Sedetik pelukmu, air mata menjadi bunga. Sedetik saja keberadaanmu, bagai oasis ditengah dahaganya tubuh, merindukan mata air yang kini menjelmamu. Read more

  • Janji

    “Janji yah kita bakal tetap temenan meskipun hubungan kita berakhir” katamu dengan senyum. Sepulangnya, aku memblock semua hal tentangmu. Read more

  • Ibu dalam kata

    Bu, kerutan dalam paras cantikmu kian banyak. Semakin tambahnya ketakutanku dirimu akan dipanggil sang Maha Pencipta. Bu, mahkotamu semakin rimbun tertutup salju. Semakin tambahnya ketakutanku ketika dirimu meninggalkan tahtamu. Bu, aku tak tau akankah bisa diriku menari-nari diatas tempat persinggahanmu nanti ketika ketakutanku terjadi? Atau mungkin aku akan tidur disampingmu? Bu, kuharap dalam lubuk hatimu, Read more

  • Melepaskan

    Bukan yang Tuhan berikan untukmu, lepaskanlah. Dirimu hanya akan selalu menggenggam tangkai mawar, durinya tak terasa tergenggam, indahnya menyilaukan matamu. Lepaskanlah, keindahan itu sementara. Janganlah menyiksa dirimu dengan keindahan itu, ada bunga yang patut dirimu genggam selain mawar. Yang tangkainya tak berduri, dan indahnya memanjakanmu. Read more

  • Menantimu

    Aku menantimu dalam keheningan senin malam, disaat semua orang lelap dalam tidurnya. Aku memikirkan dirimu, membayangkan indahnya hari saatku bersamamu. Aku menantimu dalam bayangan siang hari menuju ke kantormu, disaat semua orang sibuk dengan tugasnya. Aku memikirkan dirimu, membayangkan bagaimana indahnya rumah tangga kita. Read more

  • Diamlah Cintaku

    Diamlah, sebab wajahmu begitu meronaDiamlah sejenakAku mencintaimu dalam kenanganlalu menicintaimu dalam harapan Cintaku, diammu indahdiammu rindukudiammu tatapkukarena indah dalam diammu Biarkan sejenak ku dalam pelukmu Read more

  • Bagaimana

    “Aku tanpamu bagaimana?” Gelisah tiada tara, kesepian melanda Mati dalam rasa, hidup tanpa asa Begitulah, keadaanku tanpamu. Gelapnya hutan dimalam hari, arah tak menentu, tersesat dan sesak. Rasa takut menghantui, hewan, lubang dan jurang. Seakan kepalaku tak berhenti berfikir. Rasa takut yang akut, dalam gelap yang merayap. Menggerogoti tubuh yang rapuh, sebab aku kehilanganmu. Read more

  • Tuhan Tau

    Tuhan tau mana yang terbaik untuk umatnya. Ia mendekatkan dan menjauhkan Ia memberikan dan memisahkan Ia membuat senang dan membuat sedih Itu perihal yang terbaik. Jadi, jika aku kini dipisahkan, maka tuhan akan memberikan yang terbaik, begitu pula aku yang sedih akan tuhan berikan kesenangan. Tuhan tau mana yang terbaik untuk umatnya. Read more