Poem
-
Hujan tak kunjung berhenti, melampiaskan amarahnya terhadap bumi. Bumi tak marah, rintik hujan mengantar rindu. Rindu sang hujan, membuatnya terus menetes hingga bumi dipenuhi kerinduan. “Hujan, marahlah padaku. Aku tau kau rindu, akupun rindu.” Read more
-
Duh, nampaknya aku menyukaimu. Tenggelam dalam perasaan, yang bergejolak sangat dalam. Mencintaimu menjadi candu, bak meminum arak hingga dunia menjadi berbayang. Aku tak sanggup berdiri menghadapmu, aku terjatuh setiapku melihatmu. Dalam bayangmu aku menari rindu, dalam tatapmu aku terdiam mencintaimu. Duh, nampaknya aku menyukaimu. Read more
-
Jelas di matamu, bukan aku. Aku, masih buta karenamu. Kala kita berbincang, aku terdiam; Suka. Tak bisa mata ke mata. Aku ragu akan kata. Menahan rasa suka yang terdalam. Aku Terdiam. Read more
-
Kala aku mencintaimu, yang tak mengenalmu bilang aku aneh. Kala aku mencintaimu, yang tak mengenalmu bilang kamu tak layak denganku. Kala aku mencintaimu, dunia indah. Kala aku mencintaimu, hatiku merekah. Mereka berkata “Kamu ga malu menikah sama yang lebih jelek darimu?” Mereka hanya tak mengerti tentangmu. Jika itu kamu, kamu malu ga sama aku? Read more
-
Termenung, terbuka Teriris, terluka Menangis, berduka Tertawa celaka. Terbanglah bebas Mengudara dengan luas Engkau hendak lepas Aku terdiam melepas. Read more
