prosa
-
Harus mengerti walaupun tidak dimengerti. Harus meminta walaupun tidak diberi Harus tersenyum walaupun tidak bahagia. Harus menolong walaupun tidak pernah tertolong. Terkadang kita harus memaksa diri untuk biasa walaupun banyak keadaan yang luar biasa. Read more
-
Yang harus kutulis untukmu, aku telah memuji banyak hal tentangmu di tulisanku. Kamu, kamu, dan kamu. Semua yang kutulis hanya untukmu dan tentangmu. Apalagi yang harus kuceritakan tentangku, begitu mendengarnya kamu langsung tertidur bahkan jadi jelita dengan tertutupnya matamu dan senyummu yang begitu tulus Apalagi… Read more
-
Senyummu itu, perlahan mengikatku. Menarik ulur hatiku yang sedang kau genggam itu. Aku melayang oleh senyummu, romansa tiap hari terbayang. Seandainya aku bisa meminjamnya, senyummu akan kukembalikan nanti. Saat waktu sudah menimbunmu, kelak nanti senyummu hidup dimana-mana. Read more
-
Ngomongin cita-cita, mens search for meaning. Apa artinya jika aku tak punya tujuan, tak punya arah, hanya mengambang ditiup angin dan terhanyut dalam air hingga menyangkut dalam rawa yang isinya penuh dengan sampah. Read more
-
Mati tak dihindari, sebagaimana kematian adalah hal yang pasti dalam makhluk hidup. Aku akan mati, kamu akan mati, dia akan mati dan mereka pun akan mati. Pertanyaanku, mengapa takut mati? Kenapa banyak yang takut akan kepastian tersebut, bukankah seharusnya kita butuh kepastian? Apa karena kepastian itu datangnya mendadak? Atau apakah justru kita takut akan yang Read more
-
Segala yang dibenci dilakukan, membuktikan bahwa Tuan tidak pilkasih. Sebab, ia seringkali terlihat mencintai yang lain daripadaku. Biasanya tuan selalu memberiku sedikit pelajaran dan pengertian atas perbuatanku, namun kini Tuan acuh. Ia bersikap seolah sudah lelah memberiku makan sebab aku tak pernah kenyang dan selalu meminta lagi. Aku bertanya “Tuan, mengapa engkau tak lagi memperhatikanku? Read more
-
Malu adalah pakaian yang kukenakan saat bertemu denganmu. Sebab di tanganku, tak ada kilau perhiasan— tak ada yang bisa kutaburkan, seperti yang dihiasi para tetangga. Di sini, aku merancang kebahagiaanmu; mencari cara untuk membeli petak harapan, mendirikan atap yang kokoh, mempersembahkan kilaunya, dan menempuh jalan bersama. Lisanmu tak pernah bilang tak bahagia di sisiku, namun Read more
