prosa
-
Aku sudah di sini, menunggumu ditengah kemacetan. Meraba apakah ada sesuatu yang luput dari pemikiranku. Menggunakan perasaan biasa saja, tapi dengan logika aku terpenjara. Dikucilkan oleh pikiran bahwa aku meninggalkanmu. Ini bukan lagi soal menunggu bahkan aku tak tau menunggu untuk apa jika ternyata aku meninggalkanmu. Hilang dalam ingatan Teringat dalam pikiran Aku meninggalkan Yang… Read more
-
Biarkan ia bobo, terlihat berat sekali masalahnya. Memangnya kita semua ga punya masalah? lalu membiarkan ia bobo begitu nyenyak hingga ngorok, aku pun mau seperti itu, terlihat pulas dan lepas semua beban masalah yang dihadapinya. Selepas bobo ngoroknya, ia bangun terheran bahwa ia bermimpi punya banyak masalah. Read more
-
Harus mengerti walaupun tidak dimengerti. Harus meminta walaupun tidak diberi Harus tersenyum walaupun tidak bahagia. Harus menolong walaupun tidak pernah tertolong. Terkadang kita harus memaksa diri untuk biasa walaupun banyak keadaan yang luar biasa. Read more
-
Yang harus kutulis untukmu, aku telah memuji banyak hal tentangmu di tulisanku. Kamu, kamu, dan kamu. Semua yang kutulis hanya untukmu dan tentangmu. Apalagi yang harus kuceritakan tentangku, begitu mendengarnya kamu langsung tertidur bahkan jadi jelita dengan tertutupnya matamu dan senyummu yang begitu tulus Apalagi… Read more
-
Senyummu itu, perlahan mengikatku. Menarik ulur hatiku yang sedang kau genggam itu. Aku melayang oleh senyummu, romansa tiap hari terbayang. Seandainya aku bisa meminjamnya, senyummu akan kukembalikan nanti. Saat waktu sudah menimbunmu, kelak nanti senyummu hidup dimana-mana. Read more
-
Ngomongin cita-cita, mens search for meaning. Apa artinya jika aku tak punya tujuan, tak punya arah, hanya mengambang ditiup angin dan terhanyut dalam air hingga menyangkut dalam rawa yang isinya penuh dengan sampah. Read more
