Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

Short Story

Full of short story content

  • Jangan sampai lupa

    Tahun ini 2026 2 hari ku menunggu jawabanmu 0 pesan darimu 2 ceklis yang membiru 6 kata kukirimkan padamu Izinkan aku untuk tetap mencintaimu selalu. Read more

  • Dicintai Tuan

    Segala yang dibenci dilakukan, membuktikan bahwa Tuan tidak pilkasih. Sebab, ia seringkali terlihat mencintai yang lain daripadaku. Biasanya tuan selalu memberiku sedikit pelajaran dan pengertian atas perbuatanku, namun kini Tuan acuh. Ia bersikap seolah sudah lelah memberiku makan sebab aku tak pernah kenyang dan selalu meminta lagi. Aku bertanya “Tuan, mengapa engkau tak lagi memperhatikanku? Read more

  • Pujaan Hati

    Apa kabarmu? Kuharap apa yang kamu ceritakan padaku dulu sedikit berkurang atau mungkin sudah hilang. Kuharap meskipun tak bersama, tapi kamu takkan pernah melupakanku. Sebab, aku mencintaimu dari hati. Tak terpungkiri oleh rasa sakit. Sakit hanya setitik, namun cintaku selangit. Sebab aku tetap disini mencintaimu dalam pahit. Manismu tetap sama kan? Kamu tak pernah murung Read more

  • Unik

    Semua orang unik, katanya. Saat ditanya “Keunikan kamu apa?” Seketika membatu. Mungkin aku ditanya begitu, kalau kamu? Aku yakin kamu bisa jawab dengan mudahnya. “Aku adalah Penulis novel feminisme dan juga menulis karya ilmiah tentang cinta” ucapmu dengan lantang. Aku malah kebingungan, dibilang kreatif juga ngga. Soalnya aku ngegambar apa yang ada di depanku. Satu Read more

  • Agustus

    Sudah memasuki bulan dimana merah terlihat diujung mata. Kegembiraan nampak mulai berkurang dari Agustus sebelum-sebelumnya. Bulan dimana perjuangan sipil begitu gagah, tapi itu dulu. Kini sipil lesu, akibat ada yang ingin menjadi pahlawan. Bukan memerdekakan, tapi melahirkan ketakutan baru. Menyadari bahwa sipil masih dijajah. Oleh tikus yang ada di istana. Read more

  • Pul 7

    Masih adakah cintamu nanti saat aku kehilangan jati diriku nanti. Apakah cintamu yang akan membantuku menemukan jati diri ini? Ku harap kamu takkan berubah menjadi buruk, hingga aku bisa selalu tumbuh. Read more

  • Pul 6

    KEJUTAN!! Dengan menyebut namaNya. Aku terkejut dalam kata umpatan. Malah, sebelahku terkejut dengan kata sumpah serapah. Ya namanya juga dikejutkan oleh kemiskinan. Read more

  • Pul 5

    Mungkin kamu tak paham seberapa sakitnya dikecewakan. Perasaanmu tak ada, hati dan akalmu pun tak ada. Kamu menggerutu seakan aku yang membuatmu kecewa. Padahal kamu yang tak mau mendengarkan dan belajar tentang ini. Read more

  • Pul 4

    Yang hendak membasuh wajahnya dengan pasir, kian menyisir sekujur tubuhnya. Tak ayal wajahnya berseri seperti matahari di ufuk timur. Perlahan ia memanggil sanak saudara, seakan akal dan hatinya sudah mendapat wasilah dari sahabatnya. Katanya “Kutitipkan 2 hal, kebenaran dan kesabaran” Read more

  • Pul 3

    Kuserahkan hatur nuhun kepadamu, sang pemanja hati. Menjadi bayanganku lebih dari 7 purnama. Sinar purnama kian meredup digantikan sinarmu. Begitu indah hadirmu, memanjakan rasa. Pare menjadi tomat, bangkai menjadi anggrek. Penciptamu menghadirkan kepadaku, sebagai titipan untuk dibangunkan benteng dan istana, hingga dirimu terjaga dan merasa nyaman. Hatur nuhun. Read more