Short Story
Full of short story content
-
Menangislah, marahlah, tertawalahapa yang terjadi di dunia ini hanyalah bualan Kuatkan dirimu, kuatkan segalanyajangan pernah lemah dan tertindas Kuatkan dirimu, kuatkan segalanyadari hati, pikiran, Dan Tenaga aku benci, aku cintaaku marah, aku sayangAku diam, aku berbicara begitulah diriku dengan perasaan yang selalu menari tak henti,menikmati dawai indahnya dunia yang hanya bualan Read more
-
Tak bisa ku berbohong tentangmu, akupun tak bisa berbohong tentangku. Namun, ia mulai bermain peran, seakan aku baik, seakan aku jahat. Seakan dunia ini hanya bertemu denganku, dengan semua kebohongan yang mereka buat tentangku. Aku bukan penulis skenario, aku hanya berperan sebagai aktor utama yang miris nan menyedihkan. Drama dibuat dan takkan berhenti sampai semua Read more
-
Mencintai itu sulit, bahkan begitu menderita. Melepas segala kebebasan hanya untuk dirimu, dirimu yang menjadi alasan cinta untuk tumbuh. Aku takut mendekatimu, aku takut menjauh darimu. Read more
-
Dalam kisahku yang ditutup oleh kesedihan. Tinggal berapa halaman lagi yang kubutuhkan untuk menjadikannya kebahagiaan? Apakah dalam halaman terakhirku berkesan untuk siapapun yang membacanya? Atau mungkin hanya akan bersenada dengan yang mau saja? Setidaknya harapan kecil itu bisa terkabul.. Read more
-
Bukannya aku takut untuk mencintaimu, tapi apalah dayaku yang hanya seorang yang tak memiliki apapun. Aku tak tau apa yang kau mau, sehingga aku tak bisa memenuhi apa itu. Sialnya aku, jatuh hati padamu begitu dalam. Tak bisa kulihat dirimu hanya sebagai teman. Lalu, aku diharapkan untuk mencintaimu. Sayangnya aku masih takut. Selalu takut. Read more
-
Diwaktu dirimu memakai apron, terlihat begitu anggun. Bahkan aku merasa tersipu, padahal dirimu tak mengucap apapun. Aku mencintai apapun tentang dirimu, bahkan kamu terdiam pun aku tetap mencintaimu. Andai, kita bisa bercakap, meminum minuman favorit kita. Ku yakin itu waktu yang sangat berharga, bahkan selamanya kuharap begitu. Read more
-
Ya begitu memang, pasti begitu diantara kita. Ada kalanya diam dan gabisa ngomong apa-apa. Bahkan tatapan pun tak berani. Tapi, kalo kita udah saling bercerita rasanya diam begitu aneh. Tapi, ya begitu. Kita suka diam begitu. Read more
-
Lihatlah lukisan itu, terlihat seperti dirimu. Pasti kamu pun tak melihatnya, karena aku melihatnya seperti kamu yang bahkan kamu pun belum tentu melihat dirimu. Aku suka lukisan itu, sepertimu tapi bukan kamu. Aku ingin memilikinya tapi tak mungkin. Karena lukisan ini hanyalah hiasan. Iya sih hiasan, toh dia dipajang saja sudah membuat hatiku mencintainya. Read more
