Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

Short Story

Full of short story content

  • Keramaian

    Terusik bisik-bisik sok asik. Mereka berbicara seakan mengetahui banyak hal, tidak ada yang lebih mengetahui dibanding Tuhan. Mereka menerka, sebenarnya terluka. Terluka oleh kenyataan yang seharusnya bisa mereka bentuk, namun mati tertutup oleh sosial yang membuatnya sial. Rasakan saja hidup terbisik oleh pengusik sok asik yang katanya mengerti hidupmu itu. Read more

  • Perihal Hujan

    Terikat oleh hujan, dengan basahnya tubuh. Malam yang kesekian kalinya aku merindukan wangi aromamu. Sebab, hujan menjadi pelekat harummu. Kulaju sepeda motorku dengan begitu hati-hati, sebab yang dihati sedang ku tangisi dalam rintihan air hujan yang merintih. Tak kuasa rinduku, menjadi pilu dan sendu seakan menyapu keinginanku untuk bertemu. Karena bertemu denganmu sama saja menjadikan Read more

  • Kehilangan Hari

    Hari demi hari kulewati, menanti hari yang akan tiba. Dimana aku dan kamu akan menjalani hari bersama, dan kita takkan terpisah bahkan oleh maut pun. Aku menantimu, dalam bayangan takdir yang kuhadapi. Aku merindumu, dalam samudera yang menenggelamkanku. Aku telah kehilangan diriku, sebab aku kehilangan hari disaatku merindumu. Read more

  • Kuda

    Menaikinya dengan penuh keberanian, berharap ia tak mengamuk dan marah. Kupacu perlahan sambil ditemani sang ahli. Mungkin keberadaan sang ahli tak membuat ia gelisah dan marah. Jalannya mulai cepat, kian kunikmati perjalanan ini. Nampaknya aku mulai menyayangi kuda ini. Seakan mengajakku berlari dan menari. Kian merasakan angin yang menyelimuti tubuhku dengan aroma keindahan sekitarku. Ia Read more

  • Sepatu

    Mungkin, kita bersama. Tapi, jalan kita berbeda. Kamu terkadang didepanku, tapi kamu juga terkadang dibelakangku. Kita saling melindungi, coba aja kalau cuma ada aku, pasti kamu sakit. Begitu juga sebaliknya. Kamu tau ga, Kalau kita tidak boleh terikat? Iyah, soalnya kalo kita terikat dan mencoba berjalan kita akan jatuh dan terluka. Jadi, lebih baik seperti Read more

  • Setengah Sadar

    Pergi berangkat jam 7, antara aku dan dia siapa duluan yah yang jatuh cinta. Pelan-pelan menuju kantor supaya aku tak mudah jatuh cinta. Kulihat jam, sudah jam 7.30 bentar lagi sampai. Sampai, cinta menyapa. Eh, maksudku dia. Pekerjaan terasa banyak, saking sibuknya aku lupa jatuh cinta. Kemana yah dia? Yaudah bentar lagi dia bakal muncul. Read more

  • Kata dan Angka

    “10 Juta cukup?” “Engga, segitu untuk apa?” “Yah untuk pernikahan kita.” “Kamu yakin hanya ada 10 Juta? Bagaimana untuk uang lamaran, mas kawin dan lain-lain?” “Untuk maskawin bisa, tapi untuk kita berselebrasi merayakan pernikahan kita sepertinya ngga bisa.” Kekecewaanmu muncul, kamu tak mengira dia akan memberikan pernyataan seperti itu. Uang tak cukup. Lagipula untuk apa Read more

  • Cinta Tanpa Makna

    Demi langit yang indah, Demi sore menjadi senja. Nestapa malam kian merangkul, Di ujung sepi tetap menanti. O, langit yang luasnya tak kusanggupi. Kepadamu lah air ini mengalir; Aliran ke hilir bahagia, bukan untuk cinta tanpa makna. Read more

  • Perpisahan, Lagi

    Katanya hidup itu memang sebuah perpisahan. Kalau begitu, tak ada artinya saling mengenal? Yah, hidup berputar dan berubah, kita akan selalu kehilangan sesuatu, entah kedekatan, kenangan, bahkan kebersamaan. Tapi siapa sangka akan ada waktu dimana perpisahan datang secepat hembusan angin. Saat ini, hanya diperlukan kefahaman akan hidup yang seperti itu. Read more

  • Waktu yang berulang

    Hai diriku, sudah berapa kali kamu mengulanginya? Kesalahan yang sama yang selalu kamu ulangi. Bukankah letih merasakan itu? Piringan hitam tak pernah berputar arah, Bumi pun tetap berotasi sesuai lintasannya. Tapi kenapa kamu selalu mengulang seperti mundur sepuluh langkah dan berputar arah menjauhi apa yang menjadi tujuanmu. Kamu tak lagi mencintai wanita yang sama, dan Read more