Short Story
Full of short story content
-
Mungkin dia telah melalui banyak hal, sehingga kini hanya percaya pada takdir. Mungkin, dia terlihat tanpa ambisi atau tanpa visi. Mungkin saja ia sedang merangkai kembali bongkahan rumah yang sudah menjadi puing secara perlahan. Ia percaya bahwa hidup tak perlu buru-buru. Ia percaya bahwa tuhan memiliki andil dalam memberikan hasil dari apa yang ia tanam. Read more
-
Sedikit demi sedikit, menghilang. Iya menghilang, bukan berkurang. Karena tanpamu, semuanya menghilang. Bahkan aku lupa bagaimana rasanya mencintai. Waktu berjalan hanya menyingsingkan kenangan kita. Terasa begitu cepat atau bahkan begitu lama rasanya. Ungkapan kata tak pernah tersampaikan, di waktu perpisahan. Bahkan tak ada pertemuan pada perpisahan. Waktu menggenggam leherku, mencekik begitu kerasnya. Akhirnya menyerah, karena Read more
-
Cukuplah aku menjadi kebahagaiaanku; Katakanlah kebencianmu terhadapku; Tikamlah aku dengan rayuanmu, Terbelenggulah aku dalam dirimu. Aku tiada, menjamak kita. Aku hening, menjamak kita. Suara kita tercipta; Menghembus berbisik bising kata cinta. Read more
-
Siapa sangka senin akan menjadi hari awal yang cukup menakutkan. Hal-hal baru akan datang, kebahagiaan berakhir, hanya ada beban yang semakin bertambah. Senin ini, bukannya aku takut. Tapi, ada perasaan yang mengganjal karena akan ada perubahan yang terjadi. Sedih, lebih tepat. Bagaimanapun, semua itu perlahan dihadapi. Namanya juga hidup kan? Read more
-
Tiap jalan yang kupandang, keberadaanmu mengiringi. Hembusan angin jalanan, mengelus tubuhku olehmu. Satu persatu angin menyapaku, membisikkan cintamu padaku. “Ahh, sejuk sekali” katamu. Aku mengecup dinding-dinding debu, yang menemaniku seraya dipeluk erat olehmu. Read more
