Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

Short Story

Full of short story content

  • Hidup dengan Takdir

    Mungkin dia telah melalui banyak hal, sehingga kini hanya percaya pada takdir. Mungkin, dia terlihat tanpa ambisi atau tanpa visi. Mungkin saja ia sedang merangkai kembali bongkahan rumah yang sudah menjadi puing secara perlahan. Ia percaya bahwa hidup tak perlu buru-buru. Ia percaya bahwa tuhan memiliki andil dalam memberikan hasil dari apa yang ia tanam. Read more

  • Mesin

    Berjalan dengan sendirinya, seakan di dunia ini memang hanya dirinya sendiri. Padahal, sering kali ia terjebak didalam situasi yang seperti itu. Tanpa dia ketahui, dirinya diatur oleh orang lain. Dirinya dia matikan dan membiarkan orang lain menggerakkannya. Itulah dia. Menyala Read more

  • Minggu

    Mungkin saatnya aku libur, untuk berharap. Read more

  • Waktu

    Sedikit demi sedikit, menghilang. Iya menghilang, bukan berkurang. Karena tanpamu, semuanya menghilang. Bahkan aku lupa bagaimana rasanya mencintai. Waktu berjalan hanya menyingsingkan kenangan kita. Terasa begitu cepat atau bahkan begitu lama rasanya. Ungkapan kata tak pernah tersampaikan, di waktu perpisahan. Bahkan tak ada pertemuan pada perpisahan. Waktu menggenggam leherku, mencekik begitu kerasnya. Akhirnya menyerah, karena Read more

  • Kalimat Cinta

    Cukuplah aku menjadi kebahagaiaanku; Katakanlah kebencianmu terhadapku; Tikamlah aku dengan rayuanmu, Terbelenggulah aku dalam dirimu. Aku tiada, menjamak kita. Aku hening, menjamak kita. Suara kita tercipta; Menghembus berbisik bising kata cinta. Read more

  • Senin

    Siapa sangka senin akan menjadi hari awal yang cukup menakutkan. Hal-hal baru akan datang, kebahagiaan berakhir, hanya ada beban yang semakin bertambah. Senin ini, bukannya aku takut. Tapi, ada perasaan yang mengganjal karena akan ada perubahan yang terjadi. Sedih, lebih tepat. Bagaimanapun, semua itu perlahan dihadapi. Namanya juga hidup kan? Read more

  • Menghiasi

    Belajar menghiasi ruanganku, menghidupkan kehidupan yang mencekam. Mencekam diterkam sepi. Kini, sepi menghiasi, tidak mencekam malah memelukku dengan erat seraya bahagia. Read more

  • Beban

    Semakin besar badanmu, menggeser-geser semua orang sekitarmu. Tapi, tak kah kau mengira engkau beban? Kau rakus, memakan semua yang kau bisa makan. Kau merebut semuanya, bahkan kau tak pernah puas dengan apa yang kamu makan. Pertanyaanku, mau sampai kapan? Read more

  • 826

    Sendiri, memikirkan apa yang terjadi baru-baru ini. Aku terhanyut oleh pernyataan tertulis, bahwa semua ini akan menjauh dan pergi. Aku takut, aku sedih dan aku hanya bisa berharap jika pertemuan berikutnya lebih baik. Read more

  • Perjalanan

    Tiap jalan yang kupandang, keberadaanmu mengiringi. Hembusan angin jalanan, mengelus tubuhku olehmu. Satu persatu angin menyapaku, membisikkan cintamu padaku. “Ahh, sejuk sekali” katamu. Aku mengecup dinding-dinding debu, yang menemaniku seraya dipeluk erat olehmu. Read more