Short Story
Full of short story content
-
Aku suka mendengarmu, aku tak lelah jika hanya mendengar suaramu seharian. Begitu nyaman, tenang, dan aman. Suka Kira-kira butuh berapa data untuk menyimpan suaramu yang menenangkan dan membuatku nyaman. Mendengarmu ku bahagia. Read more
-
Semudah itu untuk tak tertarik kepada lawan jenis. Cantik, wangi, rapih, dll. Menjadi penanda untuk menilai kita tertarik sama orang tersebut atau tidak. Mungkin penilaian terhadap sifat juga bisa jadi penanda ketertarikan. Mungkin nilai itu selalu relatif untuk setiap orang, bahkan diriku pun begitu. Tidak ada kemunafikan dalam perasaan tidak tertarik, hanya saja berani jujur Read more
-
Kamu lagi mengejar apa? Kok buru-buru banget? Emang kalo pelan-pelan kenapa? Bukannya kalo buru-buru kamu mudah capek? Yasudah, aku percaya kamu baik-baik saja. Tapi kalo emang sudah capek, istirahat yah atau mungkin kurangi rasa terburu-burumu itu. Kalo sudah sampai ke tujuanmu, kira-kira kamu tetap ingat aku enggak yah? Yah tidak diingat pun tidak apa sih Read more
-
Aku butuh suaramu, disela keinginanku untuk tertidur. Tanpamu, aku diusik oleh setan dalam pikiranku. Kamu hadir, menenangkan kepalaku dengan ceritamu yang selalu menarik dan merangkul di setiap ucapan. Read more
-
Describe an item you were incredibly attached to as a youth. What became of it? Mungkin, ga semua orang bisa beli PC. Tapi aku punya banyak cerita mengenai PC Gaming. Dimana, hari-hari yang kuhabiskan hanya dengan menatap layar. Dan kebahagiaanku ada disana. I always take time to play games on PC, i love to compete Read more
-
dikala hidup yang sedang dilanda ketidakpastian, bersyukur satu-satunya cara menghargai kehidupan ini. adakalanya hidup tak seperti yang kita rencanakan atau kita impikan, tapi cara untuk menghargai kekecewaan tersebut, dengan cara bersyukur. bersyukur untuk apa? kenapa aku harus bersyukur atas bencana yang kualami? mungkin pertanyaan itu tak lepas dari lubuk hati kita, karena kita mengalami sesuatu Read more
-
Bila aku sudah berhasil mencintai diriku, apakah aku berhak mencintaimu? Bila aku berhak mencintaimu, apakah aku masih mencintai diriku? Aku takut kehilangan diriku dan dirimu. Tapi, katanya paradoks cinta seperti itu. Jika dirimu bukan milikku, dan diriku hanya milikku. Lalu bagaimana caranya aku mencintaimu tanpa tapi? Apakah kembali mencintai sepahit dan seburuk itu? Apakah memang Read more
