Short Story
Full of short story content
-
Tak heran, semua orang menantikan waktu pulang. Kesenangan akan lepas beban pekerjaan sedari pagi, membuat waktu pulang menjadi kebahagiaan pada setiap orang. Mungkin beberapa orang ada yang tidak menantikannya, karena waktu pulang bisa jadi neraka untuk kehidupannya. Yah, siapa yang tau apa yang dijalani orang lain. Kita kan hanya melihatnya saja tanpa merasakannya. Emang kamu Read more
-
Menjadi kebiasaanku, dikala kurang beristirahat aku menjadi ngantuk. Dengan keadaan punggung yang mencekat. Namun, bahagianya hari ini. Walaupun tak kuasa diriku menahan rasa kantuk ini. Dikala mata tertutup, apakah aku akan bermimpi indah? Atau aku akan menemukan kemuraman hidup? Yang ku harap, aku bisa kembali hidup dari rasa kantuk ini. Read more
-
1 Januari 2024 – 23:31 Berlalu begitu cepat, Menghantar awal dari perjalanan yang akan dilalui Suka, duka, atau lara yang akan dihadapi Akan membekas dalam sanubari Menjemput apa yang akan menjadi mimpi Harapku, semua akan mudah. Segalanya akan indah. Read more
-
Sometimes i lose myself, when i like to be talkative with someone.Somehow it’s kinda missing. Ketika aku mulai bisa berbicara apapun yang diriku ketahui dan orang lain meskipun tidak mengetahuinya ia tetap saja mendengarkan. Tadi di kantorku ada sesi sharing, dimana ada suatu kalimat yang mengatakan bahwa Ketika seseorang terlalu banyak pikiran, ia hanya butuh Read more
-
Mungkin, memulai hal baru itu butuh pembelajaran terlebih dahulu. Perihal perbedaan terkadang mencolok disebuah keadaan. Terutama perihal sifat. Berbeda dan berlawanan adalah aku dan dia. Justru, terlalu banyak perbedaan kita. Aku yang serba terencana, terstruktur, dan disiplin. Dihadapkan dengan dia yang suka dadakan, tidak disiplin, dan acak-acakan sesuatunya. Dalam beberapa pemikiran, mungkin ini adalah suatu Read more
-
Sudah beranjak 1 tahun, mungkin terkesan gagal move on. Bukan, ini perihal pelajaran. Hal yang bisa diambil berdasarkan masa lalu. Hal yang berbeda karena disampingku kini wanita yang baru, hampir 7 bulan bersamanya. Bersamamu dulu memang sangat berkesan, kita sudah dekat selama 6 tahun. Mungkin ingatanku tentang dirimu begitu melekat, karena selama itu kita sering Read more
-
Kini kutahu apa yang kurang dalam “Kita” yaitu tujuan. Tujuan yang seharusnya menjadi tiang dalam sebuah hubungan. Kini ku ragu jika kamu memiliki tujuan yang sama denganku. Aku tak pernah lepas darimu karena kutahu tujuanku untuk bisa selalu ada untukmu. Aku ingin melanjutkan jenjang hidupku denganmu. Bagaimana denganmu? Rasa sakit tidak akan mengalahkan sebuah tujuan. Read more
-
Perihal ternyata, aku terkejut ternyata sepertinya kamu ada rasa dengan temanku. Mungkin ini hanya hipotesaku, tapi kmu sangata menggebu-gebu ketika berkirim pesan dengannya. Aku sedikit memahami, mengapa kamu enggan memberitahuku siapa dia. Ternyata dia, seseorang yang aku kenal. Ternyata, aku pun tak sanggup menahan perasaanku. Mungkin dia enggan memberitahuku karena beberapa pertimbangan. Ya, aku paham. Read more
-
Perihal layak.. aku fikir kita sama-sama berjuang supaya kita disatukan dan menjadi layak. Namun, nampaknya dirimu sama sekali enggan terhadapku. Mungkin ini hanya hipotesaku, karena semakin ku mencari ternyata jawabannya sama. Apakah kita layak? Apakah kita tidak layak? Apakah aku salah dalam menaruh hati? Aku takut jika bukan dirimu, aku selalu kesepian. Aku rasa kebahagiaanku Read more
-
Perihal hati, saat ini kedua kalinya terjadi kepadaku perihal hati. Aku kehilangan arah, harus kemana aku? Apakah ini yang sudah kamu harapkan? “Untuk apa aku disini?” Tanyaku Candamu dengannya, membuatku merasa iri. Kamu, nampak bahagia dengannya. Apakah memang dia? Perhatian yang kubutuhkan, tak kunjung kudapatkan. Apa sebenarnya kebahagiaanku? Yang kupikirkan saat ini, bersama denganmu adalah Read more
