Short Story
Full of short story content
-
Perihal harap, aku ingin kamu, begitu juga sebaliknya. Tapi aku takut salah berharap. Namun, tak ada salahnya berharap. Begitu kata pikiranku. Yasudah aku memohon saja kepada tuhan agar kau bisa menjadi milikku. Namun, segala sikapmu membuatku sedikit susah untuk terus berharap. Apa salah jika denganmu? Apa ada yg salah dengan aku yang ambis, sensitif, idealis, Read more
-
Ketika aku dihadapkan dengan kondisi seperti ini, membuatku selalu berpikir akan kesalahanku. Sering juga hatiku tergugah akan perkataanmu. Aku tau, namun aku takut. Pada akhirnya memang aku yang harus sadar diri akan semua ini. Dia sudah lama melepaskan keterikatan kita yang dulu. Kita menjadi kita yang baru, mungkin baru untuk beberapa saja, namun semua itu Read more
-
Aku yang bodoh, menganggap cinta seperti itu. Take and give yang kuinginkan, hanyalah ilusi semata. Aku terlalu bodoh karena ambisiku. Aku tak punya hati, berambisi seperti itu. Aku hanya terjerat oleh diriku sendiri. Aku ingin menerima, tapi hati seakan enggan menerima. Aku tak mengerti apa yang aku rasa. Sehingga hati ini terasa kosong. Apakah aku Read more
-
Bergelut dengan kata tersebut, mana yang lebih penting. Aku mencintaimu apa adanya, tapi bagimu bukan. Lalu, seperti apa cinta apa adanya? Ketika aku bosan dengan tingkah lakumu, kau anggap aku tidak mencintaimu apa adanya. Kemudian aku berfikir, bagaimana sejatinya cinta apa adanya. Love in imperfections, begitu kata orang luar. Bodoh dan sampah, hanya itu yang Read more
-
Aku terdiam sejenak melihat senyummu, kemudian jantungku berdegup kencang. Ketidaksengajaan yang ku sengajakan, membuatku selalu mengingatmu. Memang tak mudah untuk percaya, tapi tiba-tiba kau percaya padaku. 5 kali musim semi telah berganti, kamu masih didekatku. Aku percaya dengan doa, bahwa kaulah. Apa kamu percaya juga? Read more
-
Setelah aku iri melihatmu, aku pun membenci diriku. Kenapa aku tidak bisa sepertimu? lalu aku tidak bisa menerima diriku ini, dan aku mulai menyakiti diriku karena aku sangat membencinya. “Akhirnya aku bisa menyakitimu, setelah kau menyakitiku. Dasar diriku” Akupun tersadar, dan ternyata yang kulakukan hanya akan semakin membuatku merasa bersalah. Bisakah aku mulai mencintai diriku? Read more
-
Labil, tak tahu arah, merasa benar namun bingung. berpetualang mencari jati diri hingga bertemu puncak yang bernama kedewasaan. Merasa hampa, karena tak tahu apa yang harus dimasukkan sehingga menjadi terisi dan penuh. Apakah menjadi dewasa itu penting? Bagaimana jika aku tak menjadi dewasa? Read more
-
Perasaan antah berantah yang hadir melalui harapan. Tak mungkin kecewa jika tidak pernah berharap. Apa kecewa ini harus hadir di setiap saat? Menjadi kecewa, membuatku tersadar bahwa dunia ini tak selalu di pihakku. Bisakah aku terlepas dari rasa kecewa? Yang terkadang menghantuiku, hingga aku tak bisa lagi menghadapi kenyataan. Jika bisa, dengan apa? Read more
-
Terbuai, Terlena. Sehingga lupa dengan kenyataan, Angan-angan yang tinggi membuat harapan menjadi besar. Sehingga, terjadi 2 Pilihan Menjadi nyata atau menjadi kecewa. Aku tak tahu batas sebuah harapan, meskipun itu kecil, mampu membuatku jatuh. Apakah berhenti berharap jalan satu-satunya? namun apakah manusia bisa tetap hidup tanpa sebuah harapan? Read more
