Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

Short Story

Full of short story content

  • Loker

    Setiap hari menggigil akibat ulahmu yang bodoh itu. Bisa-bisanya dirimu pergi lalu datang kembali. Kamu pikir aku loker? Hanya menaruh barang lalu pergi begitu saja meninggalkan barang itu? Bahkan jika aku loker mengapa kamu tak mengunciku? Emangnya boleh membiarkan barangmu agar dicuri orang lain? Dasar makhluk tak bertanggung jawab. Membiarkan aku tersimpan namun kau tinggal Read more

  • Kehilangan

    Tak sanggup menatapmu, perlahan semakin berjarak. Cinta yang ku kira akan berakhir dalam bahtera kehidupan, aku, kamu dan anak kita. Kamu menjauh, seperti hilangnya bayangan dari cahaya, habisnya benang saat menjahit. Sampai ku mengira dirimu menyatu dengan bayangan ketika matahari tepat diatas kepala. Sudah saatnya merelakan, cinta yang tak tumbuh, cinta yang habis dan cinta Read more

  • Berseminya Cinta

    Aku tak tahu arti cinta, tatkala cinta itu datang aku menyambutnya dengan suka cita, sebab bunga yang tampak layu kini bersemi, merekah bagai hari pertamanya menjadi bunga. Serangga menghadiri, mengucapkan selamat dalam putarannya diatas bunga. Semi yang tiba, membahagiakan hati yang pernah mati, sebab dinginnya musim dingin lalu. Cinta bersemi dalam untaian angin hangat yang Read more

  • Kisi-Kisi

    Genting! Genting! Gimana kalau jadinya aku ga naik kelas gara-gara ujian matematika ini? Ahhh Andai saja kisi-kisi itu ada aku pasti ngga akan sepusing ini, ngerjain ujian. Tapi, gitu juga ngga sih dalam kehidupan? Seandainya ada kisi-kisi jawaban ujian pasti aku bakal lebih mudah menghadapi hidup. Read more

  • Seruni

    Begitu indah ucapmu, terasa syahdu terdengar, terasa manis di hati. Dirimulah yang selalu datang dalam mimpiku, kuundang namun tak kuharapkan hadirmu. Takut mencintaimu lebih lanjut, sebab aku sudah mencintai yang lain. Seruni, yang memanja nurani. Tawamu tersimpan jelas dalam kantung hatiku. Apa daya, dirimu tak ada rasa denganku, hingga akhirnya aku mencari cinta yang lain Read more

  • Kereta Terakhir

    Senyum perpisahan itu begitu teringat, dikala pertemuan pertama kita berakhir. Aku mengantarmu ke peron terakhir, nampaknya disini hanya ada kita. Angin malam yang menghembus dihantar oleh suara pengumuman kereta terakhir malam ini. “Terimakasih untuk hari ini, ya” ucapnya tersenyum lebar Aku hanya mengganggukan kepala, sebab aku terbisu bahagia. Suara bising kian mendekat, kereta terakhir akhirnya Read more

  • Jika yang kita bangun hancur

    Dalam singkatnya perjalanan waktu, meramu asa setiap pikir. Di umur segini inginnya memiliki 100 juta pertama, ingin membangun usaha, ingin punya istri cantik ataupun suami yang tampan dan kaya, hingga ingin punya rumah yang idaman. Tak ayal, pikiran tiap hari ribut, menghadap kenyataan para inspirator maupun motivator yang nyatanya hidup dalam keadaan terdidik dan tak Read more

  • Sirna Cinta

    Dalam percakapan di dalam kafe, sepasang kekasih beradu mulut. Gebrakan lantang dari meja, mereka menghiraukan minuman yang terjatuh akibatnya. Itu semua perkara bosan. Katanya dulu begini sekarang begitu. Dulu ucapan cinta terucap, sekarang cinta hanya sekedar ingatan. Dulu lembut tuturmu, sekarang menusuk setiap katamu. Dulu tubuhmu memelukku hangat, sekarang sikapmu mendingin. Jika kita sebuah kapal, Read more

  • Samar Tangis

    Memelukmu, mengucapkan salam perpisahan.Akhir yang tak terduga, melepasmu dari kehidupanku.Senja yang tersamar malam yang akan hadir.Setiap langkah menginjak duri kenangan,Masih tajam terasa di ingatan. Hujan menyambut tangisku,Tersamar air matakuMelepasmu adalah kematianku Read more

  • Mayoritas Jahil

    Diantara tiga pilihan, kalian memilih yang tengah. Tak bisa baca, bahkan menganalisis sebuah kata. Bagaimana kita bisa rangkul, jika kalian lebih suka memukul.Bahkan kalian tak mengerti kata perubahan,lebih suka keberlanjutan. Sebelumnya sudah hancur, lanjut hanya akan melebur58 persen bukan angka kecil, kalian lah mayoritas abstrak.Tak paham esensi hingga akhirnya terkena efisiensi.Dasar mayoritas, tak paham bahwa Read more