Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

  • Samar Tangis

    Memelukmu, mengucapkan salam perpisahan.Akhir yang tak terduga, melepasmu dari kehidupanku.Senja yang tersamar malam yang akan hadir.Setiap langkah menginjak duri kenangan,Masih tajam terasa di ingatan. Hujan menyambut tangisku,Tersamar air matakuMelepasmu adalah kematianku Read more

  • Mayoritas Jahil

    Diantara tiga pilihan, kalian memilih yang tengah. Tak bisa baca, bahkan menganalisis sebuah kata. Bagaimana kita bisa rangkul, jika kalian lebih suka memukul.Bahkan kalian tak mengerti kata perubahan,lebih suka keberlanjutan. Sebelumnya sudah hancur, lanjut hanya akan melebur58 persen bukan angka kecil, kalian lah mayoritas abstrak.Tak paham esensi hingga akhirnya terkena efisiensi.Dasar mayoritas, tak paham bahwa… Read more

  • Dialog Malam

    Jam menunjukkan pukul 01:00. Menghela nafas panjang, agar semua beban di malam ini setidaknya lebih ringan. Aku mulai bertengkar dengan batinku, seakan ini adalah dialog antar ego dan alter ego. “Kamu ini sudah tua, kenapa masih saja bermain-main? Lihatlah teman seumuranmu sudah bahagia dengan keluarga kecilnya” “Kamu yakin mereka bahagia? Bagaimana jika yang terlihat hanya… Read more

  • Sayup

    Kudengar ada yang menyebutmu dalam sebuah gurau. Kuperhatikan dengan sesama sayup-sayup kata yang keluar dari bibir mereka. Namamu begitu indah dibibir mereka. Diriku semakin bergusar. Mendengar dan membaca sayup-sayup itu. Tak lama, mereka diam. Tersenyum seperti akhirnya mendapat kesepakatan dalam pembicaraannya. Terlihat ada yang membawa bunga diantara mereka. Dengan indahnya, dirimu berjalan dari lorong terlihat… Read more

  • Tidur Cepat

    Jika dirimu bertanya, mengapa aku tidak tidur cepat. Aku sedang memikirkanmu dalam sepi, sebab aku tak mampu menemuimu. Aku sedang merencanakan bagaimana cara agar aku bisa mewujudkan keinginan kita, sebab itu adalah rencana mulia. Aku sedang mengingatmu dalam setiap senyum dan langkah kaki mungilmu itu, sebab segala kenangan denganmu adalah waktu yang tak bisa ku… Read more

  • Jika hanya ada Aku

    Aku yang terdiam dalam dalam rangkaian malam yang panjang, memandang putihnya atap rumah yang berbisik omong kosong. Ah, lelahnya aku menaiki tangga kehidupan ini. Kapan selesainya semua skenario bualan ini. Jika hanya ada Aku, maka aku akan memilih tenggelam daripada menunggu Hawa datang diciptakan. Read more

  • Setitik Janji

    Katamu aku dijemput Katamu aku diantar Katamu aku kesayangan Katamu aku satu-satunya Lalu, siapa dia? Dia yang kau jemput Dia yang kau antar Dia yang kau sayang-sayang Apakah dia yang ternyata satu-satunya? Read more

  • Janji

    “Janji yah kita bakal tetap temenan meskipun hubungan kita berakhir” katamu dengan senyum. Sepulangnya, aku memblock semua hal tentangmu. Read more

  • Anakku

    Jika kematian menjemputku saat dirimu masih disusui ibumu, ayah minta maaf tidak bisa membesarkanmu dengan baik, tapi percayalah pada ibumu nak. Dia akan menjadi pelindungmu, ikutilah setiap tutur katanya yang baik, sebab itu ibumu adalah pilihan terbaik sang Pencipta untukmu. Jika kematian menjemput kekasihku yang menjadi ibumu, saat dirimu membutuhkan susu. Maafkanlah kegagalanku nak, sebab… Read more

  • Tatkala doa yang kupanjatkan untuk segera kita bertaut dalam ikatan sehidup semati. Tuhan memalingkan wajahmu untuk memandang Pria yang lain. Pria yang begitu mapan, sesuai kriteriamu. Mungkin itu yang terbaikmu, walaupun aku berdoa memohon agar akulah yang terbaik untukmu dan kamulah yang terbaik untukku. Tapi apa daya, Manusia hanya bisa berencana tapi Tuhanlah yang menentukan. Read more