Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

  • Apron Coklat

    Diwaktu dirimu memakai apron, terlihat begitu anggun. Bahkan aku merasa tersipu, padahal dirimu tak mengucap apapun. Aku mencintai apapun tentang dirimu, bahkan kamu terdiam pun aku tetap mencintaimu. Andai, kita bisa bercakap, meminum minuman favorit kita. Ku yakin itu waktu yang sangat berharga, bahkan selamanya kuharap begitu. Read more

  • Diam Begitu

    Ya begitu memang, pasti begitu diantara kita. Ada kalanya diam dan gabisa ngomong apa-apa. Bahkan tatapan pun tak berani. Tapi, kalo kita udah saling bercerita rasanya diam begitu aneh. Tapi, ya begitu. Kita suka diam begitu. Read more

  • Terlewat

    Ada hari yang terlalu sibuk Untuk hidup terasa hidup Ada cinta yang membuatku mabuk Agar hati tetap hidup. Semua terlewat, seakan memang cepat berlalu. Malam hanya malam tanpa makna. Bukan menjadi kedekatan terhadap pencipta. Mungkin… Read more

  • Lihatlah lukisan itu, terlihat seperti dirimu. Pasti kamu pun tak melihatnya, karena aku melihatnya seperti kamu yang bahkan kamu pun belum tentu melihat dirimu. Aku suka lukisan itu, sepertimu tapi bukan kamu. Aku ingin memilikinya tapi tak mungkin. Karena lukisan ini hanyalah hiasan. Iya sih hiasan, toh dia dipajang saja sudah membuat hatiku mencintainya. Read more

  • Re-sign

    Aku hanya bisa berkata tentangku, tentang yang lain hanyalah sebuah sisipan yang tak kukuasai. Telah hilang ragaku dalam semayam, tersadar oleh bayanganku. Tanda yang berulang, menjadi kisah. Kisah pilu yang tertuju untuk cinta dan kematian. Rindu itu dekat, cinta itu disebelahmu. Semua menghilang karena tanda darimu harus kucari kembali. Tanpa tangis walaupun ingin. Ingin memelukmu;… Read more

  • Senada Sunyi

    Kerlip cahaya yang kian padam, sunyi menghimpit begitu keras sehingga membuatku sesak sekarat. Saat resah gelisah menari di dalam dadaku, membuat hatiku seakan meledak. Hanya tenang, bukan sunyi yang kudambakan. Pelukanmu itu yang membuatku tenang. Tapi angan hanyalah angan, layaknya angin berhembus dingin walau tak ingin terasa dingin.  Begitulah sunyi, terkadang sering datang seperti tetangga… Read more

  • Introvert Insecure

    I lost myself, cause i just not good enough to reach someone who i liked to. Cukup, diri ini pesimis tentang mendekati. Mencintai dari jauh dan bersembunyi. Hingga hilang semua yang diharapkan. Berharap balik? Mungkin aku dibenci. Mungkin semua ini hanya persepsi, dari aku yang hanya bisa mengumpat. Takut, selalu saja begitu diriku. Aku menilai… Read more

  • Kertas Malam

    Ku merindukanmu, secarik kertas ini menjadi bukti kisah rinduku padamu. Tatkala gelap menghimpit, bisik-bisik bayangmu menghampiri kegelisahanku. Dihujung pena, tulis rindu ku padamu. “Wahai bintangku, yang kian menghias langit nan jauh. Indahku padamu, cahayaku padamu. Kini rinduku tak berhujung, seakan menggerogoti pikiranku laksana rayap menghiasi kayu pintuku. Malam menjadi gusar, siang menjadi dahaga. Aku bertepi… Read more

  • Takut Maaf

    Dikumandangkannya permintaan maaf, namun sedikit ketulusan di hati. Tatkala kata tak berarti hingga perbuatan pun dicurigai. Lalu, aku seringkali takut meminta maaf. Bukan karena kesalahanku. Tapi aku pasti salah. Aku meminta maaf bukan dari hatiku, tapi dari apa yang kutakutkan. Ia tak tahu hatiku, dan akupun tak mengetahui hatinya. Read more

  • Teriak Kilas

    Dalam tatapanmu, hendak meminta tolong. Seakan semua begitu melelahkan hingga akhirnya matamu tak sanggup lagi menahannya. “Teriaklah” sebenarnya hatimu sudah teriak namun tak ada yg bisa didengar. Hanya sekilas terpancar dari matamu. Takut dilawan, takut tertindas. Read more