-
Tatkala langit gelap, dikarenakan pertemuan keduanya. Engkau berlutut berharap, akan pengampunan-Nya. Seakan takut inilah akhir dunia. Dimana dosa yang kau miliki begitu berlimpah. Engkau bertobat, takut akan siksaan yang dijanjikan. Dalam hati bergumam “Ya Tuhan, rahmatilah aku dengan kasih sayang-Mu, masukkanlah aku ke surga-Mu. Aku takut akan siksaanmu, Engkaulah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” Read more
-
Tak kunjung hilang dirimu dalam benakku. Dirimu pergi meninggalkan sepucuk surat, berisi tentang perjalanan kita. Gimana kabarmu disana? Semoga kamu mendapat yang terbaik. Read more
-
Kala malam menyepi, dirimu duduk diantara keheningan. Menyapu segala bising, sehingga sayupmu begitu jelas. Tatkala aku bergumam tentangmu, dirimu tersipu. Namun, aku takut jika kau akan menghilang dari hadapanku. Dirimu menyegarkan layaknya oasis ditengah gersangnya padang pasir, namun aku khawatir bayanganmu itu ternyata menipuku. Aku takut ketika sudah menghampirimu, ternyata semua itu hanya khayalan dan… Read more
-
Awal terlewat hingga jeda menyela. Aku takut semua menuntut runtut. Sedangkan aku hening bergeming. Aku takut maknanya hilang, seakan tertutup warna belang. Menyangka yang tak kusangka dan disangka. Hingga hati mensiasati keadaan mati. Read more
-
Sebentar rasanya, namun dirimu masih mengingatku. Dikala waktu tak pernah berpihak, aku diingat oleh dirimu. Aku bahagia, sekecil itu membuat diriku makin mencintaimu. Mungkin ini bukan cinta yang murni, karena kurasa aku mencintaimu di level eros. Aku ingin mencintaimu dengan perasaan sesungguhnya. Namun, aku belum siap mencintaimu, karena aku tau siapa diriku dan bagaimana diriku. Read more
-
Hanya untuk merindu saja, bahkan aku harus menderita. Hidup dengan rindu rasanya sedikit membuat mual. Yang kusuka di rindu hanya bagian cintanya saja, sisanya membuatku hampir mati. Seandainya aku tak menyukai cinta, bahkan aku enggan untuk merindu. Dalam detik jam yang berlalu, rindu berdetak seperti aliran darah yang mengalir. Begitu menggebu dan menimbulkan rasa sesak.… Read more
-
Dalam diam ku berusaha melupakanmu, kuharap kaupun begitu. Terkekang dalam ingatan manis, namun teriris dengan tangis. Ingin ku melupakanmu. Dalam senyum aku merengut heran, tatkala aku melupakanmu. Heran dalam ingatan yang seakan melawan angan dengan kenangan. Sudahlah, melupakanmu sama saja aku akan terus mengingatmu dalam pikiran dan sanubariku. Read more
-
Apakah kau rindu? Dikala malam yang sendu, aku bertemu. Apakah kau rindu? Dikala ibu sudah tak menyapih dirimu. Apakah kau rindu? Dikala masa lalu datang meneduh. Meneduh memberikan manis dan pahit. Apakah kau rindu? Ketika di matamu hanya ada aku, dan di mataku ada kamu. Read more
