-
Dalam suaramu, kau menyanyikan lagu yang menyayat hatimu. Lirih dalam luka yang tertanam membuat suaramu merintih. Hingga sesak dan tersedak bahkan air matamu hampir terjatuh. Dirimu menyanyikan lagi itu, membuatku merasakan rasa sakit yang kau alami sampai kini. Engkau bertahan dengan rasa sesak, hingga kini suaramu menyanyikan seraya melepaskan sakaratul maut cintamu. Engkau rindu dengannya,… Read more
-
Di persimpangan kenyataan dan harapan, aku menemuimu dengan rasa bersalah. Aku menemuimu dalam kebohongan semu yang menakutkan. Aku dibunuh olehmu, oleh cintamu. Cintamu yang merasuk tubuhku perlahan kurindukan, namun tanpa sengaja aku akan terbunuh perlahan. Cintamu itu racun yang mencekik relung hatiku. Ruang hatiku bisa penuh oleh rasa cintamu. Tapi aku enggan, enggan merindukan cinta… Read more
-
Dirimu duduk di belantara, menatap mesra layar gawaimu. Diantara sekian banyak waktu yang kulalui denganmu, kali ini senyummu berbeda. Seperti sedang berkencan, berduaan di taman mimpi sembari membahas hal-hal kecil yang lucu. Diriku duduk di depanmu, penuh rasa khawatir akan siapa yang dirimu kencani itu. Diantara sekian banyak waktu yang dirimu lalu denganku, tak pernah… Read more
-
Aku terbangun, terasa begitu menyesakkan. Sosokmu hadir di penghujung mimpiku. Engkau mengubah hidupku, hanya dengan sedikit tersenyum di penghujung mimpiku. Ketiadaanmu kini, mengubah sedikit banyak tentang cara ku bermimpi. Engkau begitu indah untuk hadir, aku bahagia yang amat terdalam. Karena rinduku yang sangat amat dalam. Tak kusangka Tuhan mengisi sepiku dalam penghujung mimpi. Read more
-
Sampai detik ini, Yang Maha Indah masih membiarkanku merasa sepi. Tak kunjung hatiku berlabuh pada seorang wanita pun. Mungkin mendekat-Mu adalah sebuah petunjuk, untukku merasakan rindu kepada-Mu dibanding kepada ciptaanmu yang bisa mengecewakanku, sedangkan Engkau memberiku kenikmatan yang tiada tara untukku tetap hidup dan merasakan cinta. Pada detik ini, aku merindukan interaksiku kepada-Mu, aku merindukan… Read more
-
Secara acak lagu terputar, memainkan irama-irama sendu antara aku dan kenanganku. Tiba-tiba lagu yang tak asing, mengayun ditelingaku. “Pada waktu aku terjatuh–” menghantam memoriku dengan seluruh kenangan yang telah kualami. Dirinya hadir dalam bayangan, kasih sayang yang begitu dalam begitu mengalir kepadanya. Engkau di sana, apakah sejenak memikirkanku. Aku merindumu dalam setiap lagu. Engkau hadir… Read more
-
Hujan tak kunjung berhenti, melampiaskan amarahnya terhadap bumi. Bumi tak marah, rintik hujan mengantar rindu. Rindu sang hujan, membuatnya terus menetes hingga bumi dipenuhi kerinduan. “Hujan, marahlah padaku. Aku tau kau rindu, akupun rindu.” Read more
-
“Kelopak, tak kusangka kau selalu menemaniku semenjak aku belum menjadi apa-apa” “Putik, engkaulah kehidupan. Aku hanya penjagamu, aku hanya melindungimu, dan hanya sedikit memberimu keindahan. Tapi, engkaulah keindahan itu sendiri” Read more
