-
Terusik bisik-bisik sok asik. Mereka berbicara seakan mengetahui banyak hal, tidak ada yang lebih mengetahui dibanding Tuhan. Mereka menerka, sebenarnya terluka. Terluka oleh kenyataan yang seharusnya bisa mereka bentuk, namun mati tertutup oleh sosial yang membuatnya sial. Rasakan saja hidup terbisik oleh pengusik sok asik yang katanya mengerti hidupmu itu. Read more
-
Terikat oleh hujan, dengan basahnya tubuh. Malam yang kesekian kalinya aku merindukan wangi aromamu. Sebab, hujan menjadi pelekat harummu. Kulaju sepeda motorku dengan begitu hati-hati, sebab yang dihati sedang ku tangisi dalam rintihan air hujan yang merintih. Tak kuasa rinduku, menjadi pilu dan sendu seakan menyapu keinginanku untuk bertemu. Karena bertemu denganmu sama saja menjadikan… Read more
-
Hari demi hari kulewati, menanti hari yang akan tiba. Dimana aku dan kamu akan menjalani hari bersama, dan kita takkan terpisah bahkan oleh maut pun. Aku menantimu, dalam bayangan takdir yang kuhadapi. Aku merindumu, dalam samudera yang menenggelamkanku. Aku telah kehilangan diriku, sebab aku kehilangan hari disaatku merindumu. Read more
-
Menaikinya dengan penuh keberanian, berharap ia tak mengamuk dan marah. Kupacu perlahan sambil ditemani sang ahli. Mungkin keberadaan sang ahli tak membuat ia gelisah dan marah. Jalannya mulai cepat, kian kunikmati perjalanan ini. Nampaknya aku mulai menyayangi kuda ini. Seakan mengajakku berlari dan menari. Kian merasakan angin yang menyelimuti tubuhku dengan aroma keindahan sekitarku. Ia… Read more
-
Mungkin, kita bersama. Tapi, jalan kita berbeda. Kamu terkadang didepanku, tapi kamu juga terkadang dibelakangku. Kita saling melindungi, coba aja kalau cuma ada aku, pasti kamu sakit. Begitu juga sebaliknya. Kamu tau ga, Kalau kita tidak boleh terikat? Iyah, soalnya kalo kita terikat dan mencoba berjalan kita akan jatuh dan terluka. Jadi, lebih baik seperti… Read more
-
Pergi berangkat jam 7, antara aku dan dia siapa duluan yah yang jatuh cinta. Pelan-pelan menuju kantor supaya aku tak mudah jatuh cinta. Kulihat jam, sudah jam 7.30 bentar lagi sampai. Sampai, cinta menyapa. Eh, maksudku dia. Pekerjaan terasa banyak, saking sibuknya aku lupa jatuh cinta. Kemana yah dia? Yaudah bentar lagi dia bakal muncul.… Read more
-
Duh, nampaknya aku menyukaimu. Tenggelam dalam perasaan, yang bergejolak sangat dalam. Mencintaimu menjadi candu, bak meminum arak hingga dunia menjadi berbayang. Aku tak sanggup berdiri menghadapmu, aku terjatuh setiapku melihatmu. Dalam bayangmu aku menari rindu, dalam tatapmu aku terdiam mencintaimu. Duh, nampaknya aku menyukaimu. Read more
-
Jelas di matamu, bukan aku. Aku, masih buta karenamu. Kala kita berbincang, aku terdiam; Suka. Tak bisa mata ke mata. Aku ragu akan kata. Menahan rasa suka yang terdalam. Aku Terdiam. Read more
-
Kala aku mencintaimu, yang tak mengenalmu bilang aku aneh. Kala aku mencintaimu, yang tak mengenalmu bilang kamu tak layak denganku. Kala aku mencintaimu, dunia indah. Kala aku mencintaimu, hatiku merekah. Mereka berkata “Kamu ga malu menikah sama yang lebih jelek darimu?” Mereka hanya tak mengerti tentangmu. Jika itu kamu, kamu malu ga sama aku? Read more
