-
“10 Juta cukup?” “Engga, segitu untuk apa?” “Yah untuk pernikahan kita.” “Kamu yakin hanya ada 10 Juta? Bagaimana untuk uang lamaran, mas kawin dan lain-lain?” “Untuk maskawin bisa, tapi untuk kita berselebrasi merayakan pernikahan kita sepertinya ngga bisa.” Kekecewaanmu muncul, kamu tak mengira dia akan memberikan pernyataan seperti itu. Uang tak cukup. Lagipula untuk apa… Read more
-
Demi langit yang indah, Demi sore menjadi senja. Nestapa malam kian merangkul, Di ujung sepi tetap menanti. O, langit yang luasnya tak kusanggupi. Kepadamu lah air ini mengalir; Aliran ke hilir bahagia, bukan untuk cinta tanpa makna. Read more
-
Katanya hidup itu memang sebuah perpisahan. Kalau begitu, tak ada artinya saling mengenal? Yah, hidup berputar dan berubah, kita akan selalu kehilangan sesuatu, entah kedekatan, kenangan, bahkan kebersamaan. Tapi siapa sangka akan ada waktu dimana perpisahan datang secepat hembusan angin. Saat ini, hanya diperlukan kefahaman akan hidup yang seperti itu. Read more
-
Hai diriku, sudah berapa kali kamu mengulanginya? Kesalahan yang sama yang selalu kamu ulangi. Bukankah letih merasakan itu? Piringan hitam tak pernah berputar arah, Bumi pun tetap berotasi sesuai lintasannya. Tapi kenapa kamu selalu mengulang seperti mundur sepuluh langkah dan berputar arah menjauhi apa yang menjadi tujuanmu. Kamu tak lagi mencintai wanita yang sama, dan… Read more
-
Mungkin dia telah melalui banyak hal, sehingga kini hanya percaya pada takdir. Mungkin, dia terlihat tanpa ambisi atau tanpa visi. Mungkin saja ia sedang merangkai kembali bongkahan rumah yang sudah menjadi puing secara perlahan. Ia percaya bahwa hidup tak perlu buru-buru. Ia percaya bahwa tuhan memiliki andil dalam memberikan hasil dari apa yang ia tanam.… Read more
-
Sedikit demi sedikit, menghilang. Iya menghilang, bukan berkurang. Karena tanpamu, semuanya menghilang. Bahkan aku lupa bagaimana rasanya mencintai. Waktu berjalan hanya menyingsingkan kenangan kita. Terasa begitu cepat atau bahkan begitu lama rasanya. Ungkapan kata tak pernah tersampaikan, di waktu perpisahan. Bahkan tak ada pertemuan pada perpisahan. Waktu menggenggam leherku, mencekik begitu kerasnya. Akhirnya menyerah, karena… Read more
-
Cukuplah aku menjadi kebahagaiaanku; Katakanlah kebencianmu terhadapku; Tikamlah aku dengan rayuanmu, Terbelenggulah aku dalam dirimu. Aku tiada, menjamak kita. Aku hening, menjamak kita. Suara kita tercipta; Menghembus berbisik bising kata cinta. Read more
