Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

  • Kertas

    Kamu, menulisnya Kata-kata cinta Aku, membacanya Mataku berkaca-kaca Kamu tersenyum Aku tersipu Kamu memelukku Aku Menangis Makasih ya. Read more

  • Terlambat

    Disaat semua berjalan lebih baik, aku terlambat menyadari. Menyadari bahwa kamu yang membuat semuanya menjadi baik. Kini kamu pergi, meninggalkan sisa-sisa kebaikan yang kamu tuai. Kini, aku merindukanmu. Seandainya aku bisa membuat hidupmu lebih baik juga. Read more

  • Pesimis

    Bagaimana aku bisa memberimu kebahagiaan, jika hidup ini diambang ketidakpastian. Takut mengecewakan hidupmu yang sudah baik, takut membuatmu sakit dikala hidupmu sedang baik-baiknya, dan aku takut hidupmu menjadi semakin tidak baik. Walaupun kau ingin bersamaku, kumohon jangan. Aku hendak membiarkanmu mendapatkan yang lebih baik dariku. Jika dirimu merasa lebih baik bersamaku, maka aku akan bertanya… Read more

  • Wink

    Siapa yang tak meleleh melihatmu melakukannya? Aku heran, aku jadi deg-degan setelah melihatnya. Masa iya cintaku semakin besar karena kamu seperti itu. Tolong, jangan berhenti yah. Aku suka walaupun membuat jantungku berdegup tak karuan. Tapi, makasih yah sudah memberiku kebahagiaan. Read more

  • Terlelap

    Langit menghitam, titik berkilau bermunculan. Aku sedang menunggumu hadir didalam hidupku. Sepi menyapa, aku seorang diri tak kuasa diselimuti rasa pekat dari sepi. Mata memerah, badan terasa lemas. Sudah tak sanggup diriku menahan rasa itu semua. Bisakah aku melupakan perasaan itu? Read more

  • Takut Untuk Menetap

    Aku mencintaimu, tapi aku harus pergi. Perahy ini harus berlayar kembali. Jika diam, angin mengombang-ambing perahu ini. Lebih baik kita bergerak dan berpisah. Tinggalkan perahu ini, dan kita saling berlayar dengan perahu yang berbeda. Karena, aku takut bersamamu. Aku takut tak bisa berlayar bersama ke arah yang kita tuju. Aku hanya takut untuk menetap. Read more

  • Tangis

    Aku melihatmu merenung di meja kerjamu. Ku tanya “Ada apa?” Sejenak dirimu diam, lalu melihat ke arahku. Air matamu mengalir, aku bingung. Aku menepuk pundakmu, seakan berkata ‘menangislah’. Semakin tak terbendung air matamu, lalu kamu bercerita dengan isak tangismu. Aku mendengarkan, menghapus air matamu. Read more

  • Ingatan

    Apa kamu ingat? Apa aku ingat? Atau jangan-jangan kita tidak mengingatnya? Aku ingat saat memayungi-mu dikala kita berjalan sembari bercerita tentang masa lalumu. Kamu ingat saat kamu memberikanku sedikit cemilan berupa susu dan pisang untukku sarapan. Aku ingat kita beradu ego perihal aku maunya kamu menyayangiku. Padahal kamu sudah bosan bahkan enggan untuk menyayangiku. Read more

  • Kagum

    Kamu hebat, meski tanpa sebab Sebab aku mengagumimu Apapun itu kamu menjadi memikat Hatiku terikat kuat Tanpa sebab engkau melihat Diriku yang terpikat. Read more

  • Di Dekatmu

    Aromamu, membuatku mabuk Mabuk kepayang Hingga aku menjadi sibuk Merasakan rasa sayang Dalam hening, kau bersenandung Hingga senyumku tak terbendung Merasa beruntung. Read more