-
Berhenti.. Aku tak bisa Berjalanpun.. Aku tak bisa Ruanganku berantakan, sepi dan sunyi Menangispun hanya akan menambah beban Perihal melepaskan, aku sama sekali tak mampu Read more
-
Perihal ternyata, aku terkejut ternyata sepertinya kamu ada rasa dengan temanku. Mungkin ini hanya hipotesaku, tapi kmu sangata menggebu-gebu ketika berkirim pesan dengannya. Aku sedikit memahami, mengapa kamu enggan memberitahuku siapa dia. Ternyata dia, seseorang yang aku kenal. Ternyata, aku pun tak sanggup menahan perasaanku. Mungkin dia enggan memberitahuku karena beberapa pertimbangan. Ya, aku paham.… Read more
-
Perihal layak.. aku fikir kita sama-sama berjuang supaya kita disatukan dan menjadi layak. Namun, nampaknya dirimu sama sekali enggan terhadapku. Mungkin ini hanya hipotesaku, karena semakin ku mencari ternyata jawabannya sama. Apakah kita layak? Apakah kita tidak layak? Apakah aku salah dalam menaruh hati? Aku takut jika bukan dirimu, aku selalu kesepian. Aku rasa kebahagiaanku… Read more
-
Perihal hati, saat ini kedua kalinya terjadi kepadaku perihal hati. Aku kehilangan arah, harus kemana aku? Apakah ini yang sudah kamu harapkan? “Untuk apa aku disini?” Tanyaku Candamu dengannya, membuatku merasa iri. Kamu, nampak bahagia dengannya. Apakah memang dia? Perhatian yang kubutuhkan, tak kunjung kudapatkan. Apa sebenarnya kebahagiaanku? Yang kupikirkan saat ini, bersama denganmu adalah… Read more
-
Perihal harap, aku ingin kamu, begitu juga sebaliknya. Tapi aku takut salah berharap. Namun, tak ada salahnya berharap. Begitu kata pikiranku. Yasudah aku memohon saja kepada tuhan agar kau bisa menjadi milikku. Namun, segala sikapmu membuatku sedikit susah untuk terus berharap. Apa salah jika denganmu? Apa ada yg salah dengan aku yang ambis, sensitif, idealis,… Read more
-
Ketika aku dihadapkan dengan kondisi seperti ini, membuatku selalu berpikir akan kesalahanku. Sering juga hatiku tergugah akan perkataanmu. Aku tau, namun aku takut. Pada akhirnya memang aku yang harus sadar diri akan semua ini. Dia sudah lama melepaskan keterikatan kita yang dulu. Kita menjadi kita yang baru, mungkin baru untuk beberapa saja, namun semua itu… Read more
-
Aku yang bodoh, menganggap cinta seperti itu. Take and give yang kuinginkan, hanyalah ilusi semata. Aku terlalu bodoh karena ambisiku. Aku tak punya hati, berambisi seperti itu. Aku hanya terjerat oleh diriku sendiri. Aku ingin menerima, tapi hati seakan enggan menerima. Aku tak mengerti apa yang aku rasa. Sehingga hati ini terasa kosong. Apakah aku… Read more
-
Bergelut dengan kata tersebut, mana yang lebih penting. Aku mencintaimu apa adanya, tapi bagimu bukan. Lalu, seperti apa cinta apa adanya? Ketika aku bosan dengan tingkah lakumu, kau anggap aku tidak mencintaimu apa adanya. Kemudian aku berfikir, bagaimana sejatinya cinta apa adanya. Love in imperfections, begitu kata orang luar. Bodoh dan sampah, hanya itu yang… Read more
-
Aku terdiam sejenak melihat senyummu, kemudian jantungku berdegup kencang. Ketidaksengajaan yang ku sengajakan, membuatku selalu mengingatmu. Memang tak mudah untuk percaya, tapi tiba-tiba kau percaya padaku. 5 kali musim semi telah berganti, kamu masih didekatku. Aku percaya dengan doa, bahwa kaulah. Apa kamu percaya juga? Read more
