-
Setelah aku iri melihatmu, aku pun membenci diriku. Kenapa aku tidak bisa sepertimu? lalu aku tidak bisa menerima diriku ini, dan aku mulai menyakiti diriku karena aku sangat membencinya. “Akhirnya aku bisa menyakitimu, setelah kau menyakitiku. Dasar diriku” Akupun tersadar, dan ternyata yang kulakukan hanya akan semakin membuatku merasa bersalah. Bisakah aku mulai mencintai diriku? Read more
-
Labil, tak tahu arah, merasa benar namun bingung. berpetualang mencari jati diri hingga bertemu puncak yang bernama kedewasaan. Merasa hampa, karena tak tahu apa yang harus dimasukkan sehingga menjadi terisi dan penuh. Apakah menjadi dewasa itu penting? Bagaimana jika aku tak menjadi dewasa? Read more
-
Perasaan antah berantah yang hadir melalui harapan. Tak mungkin kecewa jika tidak pernah berharap. Apa kecewa ini harus hadir di setiap saat? Menjadi kecewa, membuatku tersadar bahwa dunia ini tak selalu di pihakku. Bisakah aku terlepas dari rasa kecewa? Yang terkadang menghantuiku, hingga aku tak bisa lagi menghadapi kenyataan. Jika bisa, dengan apa? Read more
-
Terbuai, Terlena. Sehingga lupa dengan kenyataan, Angan-angan yang tinggi membuat harapan menjadi besar. Sehingga, terjadi 2 Pilihan Menjadi nyata atau menjadi kecewa. Aku tak tahu batas sebuah harapan, meskipun itu kecil, mampu membuatku jatuh. Apakah berhenti berharap jalan satu-satunya? namun apakah manusia bisa tetap hidup tanpa sebuah harapan? Read more
-
Tak diinginkan, namun akan hadir. Entah itu tiba-tiba atau terencana. “sedih” merupakan perasaan yang mewarnai perpisahan. Perpisahan akan selalu terjadi, entah sedang siap atau tidak. Mungkin ku hanya menahan air mataku ketika itu terjadi. Berat memang, menghadapi perpisahan. Layaknya sakura, yang mudah jatuh dari rantingnya. Untuk apa kita dipertemukan jika akhirnya kita akan berpisah? Kalimat… Read more
-
Sudah sewajarnya kita lelah, terutama menghadapi dunia ini. Namun semua itu bukan tanpa arti. Perlahan demi perlahan hasilnya akan terlihat. Memang berat ketika sudah lelah, perasaan yang beradu, pikiran yang berdebat, seakan tidak akan pernah berakhir. Apa yang salah sehingga aku lelah? Apa karena aku lemah atau bodoh? atau keduanya? Hidup terasa berat. Depresi meningkat.… Read more
-
Ku tak mengenal diriku, aku tak tahu tujuanku. Aku kehilangan diriku, namun kini ku mencarinya. Aku tersesat, jatuh, dan terluka. Tak kutemui setitik cahaya tentang diriku. Hingga, ku berdiam diri tuk sejenak. Ku mencoba berfikir dan mengingat hal yang terjadi. Hingga Akhirnya ku tertidur. Ku bangun masih seperti sebelumnya, gelap dan sangat mencekam. Aku takut… Read more
