Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

  • Di Penghujung Juli

    Mengejar tak pasti Memeluk harapan Melepas harapan Kehilangan harapan Pedih diujung pelipis Meninggalkan sayatan Yang membekas Asa menjadi mayat Yang terkubur dalam hangat Dipeluk kematian Read more

  • Pul 7

    Masih adakah cintamu nanti saat aku kehilangan jati diriku nanti. Apakah cintamu yang akan membantuku menemukan jati diri ini? Ku harap kamu takkan berubah menjadi buruk, hingga aku bisa selalu tumbuh. Read more

  • Pul 6

    KEJUTAN!! Dengan menyebut namaNya. Aku terkejut dalam kata umpatan. Malah, sebelahku terkejut dengan kata sumpah serapah. Ya namanya juga dikejutkan oleh kemiskinan. Read more

  • Pul 5

    Mungkin kamu tak paham seberapa sakitnya dikecewakan. Perasaanmu tak ada, hati dan akalmu pun tak ada. Kamu menggerutu seakan aku yang membuatmu kecewa. Padahal kamu yang tak mau mendengarkan dan belajar tentang ini. Read more

  • Pul 4

    Yang hendak membasuh wajahnya dengan pasir, kian menyisir sekujur tubuhnya. Tak ayal wajahnya berseri seperti matahari di ufuk timur. Perlahan ia memanggil sanak saudara, seakan akal dan hatinya sudah mendapat wasilah dari sahabatnya. Katanya “Kutitipkan 2 hal, kebenaran dan kesabaran” Read more

  • Pul 3

    Kuserahkan hatur nuhun kepadamu, sang pemanja hati. Menjadi bayanganku lebih dari 7 purnama. Sinar purnama kian meredup digantikan sinarmu. Begitu indah hadirmu, memanjakan rasa. Pare menjadi tomat, bangkai menjadi anggrek. Penciptamu menghadirkan kepadaku, sebagai titipan untuk dibangunkan benteng dan istana, hingga dirimu terjaga dan merasa nyaman. Hatur nuhun. Read more

  • Pul 2

    Seringkali menghukum waktu, karena waktu tak pernah peduli keadaanmu. Ia akan terus berjalan hingga menginjakmu dengan hina. Tapi waktu seringkali menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhina. Read more

  • Pul 1

    Ketika kehilangan waktu, dimana kita bisa mencarinya? Bahkan jika kita mesti mencarinya kita akan kehilangan waktu lagi. Read more

  • Sae 7

    Langit menggelap, senja memudar. Hanya ada setitik cahaya yang tak kunjung padam. Itu aku katamu, tapi kenapa? Kamulah yang menghiasi malamku lebih dari sekedar titik, kamu menyinari gelapnya malamku bak cahaya malaikat yang datang sebagai wahyu dari Tuhanku. Read more

  • Sae 6

    Kenalan itu gampang, yang susah keberlanjutannya. Masa udah kenalan ga berani lanjut ngobrol di WhatsApp atau DM Instagram? Gimana bisa jadi pacar, kalo gaada keberlanjutan? Bahkan duduk dipelaminan aja sebuah keberlanjutan. Jadi ini tentang keberlanjutan hidup. Read more