Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

  • Tanda di Dada

    Ku bukalah bajumu,Kau Bukalah bajuku,Berilah sebuah tandayang permanen di dada Tiada kata terucapHanya suara mengecupBerikanlah sebuah tandaYang terindah di dada Kini dirimu menjadi milikkudan aku menjadi milikmuTanda di dada menjadi pertanda Read more

  • Malaikat Maut

    Ketika Malaikat Maut menjemputku dan bertanya “Sudah siapkah dirimu tersiksa di tempat yang tiada pengampunan kecuali rahmat dari Tuhanmu?” “Segala apa yang ditakdirkan untukku adalah rahmat dari Tuhanku, biarkanlah aku tersiksa jika memang itu kehendak Tuhanku” jawabku. Read more

  • Dipeluk Rasa

    Begitu erat pelukmu, hendak meninggalkanku dalam jarak yang tak bisa dihitung penggaris. “Aku akan merindukanmu” katamu dengan lirih. Dirimu berjalan melambai tangan, dan semakin kabur dalam pandanganku. Katamu, akan selalu menemani. Katamu, akan selalu membantu. Katamu, tak bisa jauh dariku. Nyatanya, kata-katamu hanyalah lolipop untuk aku si gadis kecil. Kini aku harus menelan rasa manisnya… Read more

  • Jika nanti

    Jika nanti aku tak lagi denganmu, jangan hapus memori dari pikiranmu. Sebab, aku pernah ada untukmu, mungkin waktu saja yang tak berpihak kepada kita. Jika nanti aku memelukmu dengan erat, jangan segera melepaskannya. Sebab, dirimu adalah setengahnya diriku, mungkin karena aku lebih takut kehilanganmu. Jika nanti aku jahat denganmu, pukullah hatiku dengan senyum dibibirmu itu.… Read more

  • Menurun

    Mudah sekali rasanya menurun, apalagi terkait karir, gaji, hingga kepercayaan diri. Tapi bukan soal itu, menuruni setiap tangga yang pernah dinaiki itu lebih mudah, bahkan mengeluarkan tenaga lebih sedikit. Itu semua karena pengalaman kita saat menaiki sudah dirasakan, jadi menurun bukan lagi perkara sulit. Naik itu berat juga sulit, apalagi yang menumpuk dipundak adalah beban-beban… Read more

  • Daun Kehilangan Arah

    Begitu cepat daun berguguran,terjatuh dari ketinggian.Sedangkan aku, bertahan di dahan, sedang menunggu angin atau menjadi layuhingga aku jatuh sendirinya. Melihat gugurnya dedaunan Jatuh begitu cepat, meninggalkan dahannyahingga terayun-ayun. Tapi aku dauntak selalu kendaliku untuk tumbuhmungkin sang pohon punya rencana. Read more

  • Kelopak Gugur

    Gugurlah sudah bunga sakura yang pernah mekar. Setiap kelopak menghantar cerita panjang indahnya hari itu. “Biarkanlah aku terpisah darimu wahai tangkai, aku ingin kebebasanku.” Read more

  • Aku yang tak Sempurna

    Apalah daya, aku bukanlah seperti yang dirimu harapkan. Ingin segera menjauh darimu, namun dirimu tetap menginginkanku dengan harapan itu. Apakah aku bisa menjadi sempurna setelah harapanmu itu terkabul? Bukankah itu semua karena egomu yang tak bernalar dan berlogika? Bahwa takkan ada yang bisa menjadi sempurna atas keinginan yang menghancurkan jiwa dan raga. Seperti aku mengingkanmu… Read more

  • Hari Raya

    Begitu sibuknya hari ini, ibu, bapak, hingga kakakku bertemu dengan orang-orang yang mereka kenal. Saling bersalaman meminta maaf. Kalau aku? Aku ga begitu dekat dengan siapa-siapa disini di kampung halamanku. Mungkin orang tuaku hanya menyampaikan bahwa ada satu anaknya lagi. Tapi orang lain mana mungkin penasaran denganku? Mungkin kalau aku meninggal nanti, bahkan orang-orang yang… Read more

  • Gambar Diri

    Di sudut ruangan kafe mungil itu, terdapat cermin yang bentuknya memanjang. Dia bisa melihat dirinya dari atas kepala sampai ujung jari kaki. Cermin itu tak istimewa, hanya saja cermin itu menghisap dirinya ke dalam pantulan bayangan dirinya. Sudah lama ia tak bercermin, sebab terakhir kali dia melakukannya, air matanya jatuh begitu deras, seakan menusuk jiwanya… Read more