ahsae sakura story
-
Aku sudah di sini, menunggumu ditengah kemacetan. Meraba apakah ada sesuatu yang luput dari pemikiranku. Menggunakan perasaan biasa saja, tapi dengan logika aku terpenjara. Dikucilkan oleh pikiran bahwa aku meninggalkanmu. Ini bukan lagi soal menunggu bahkan aku tak tau menunggu untuk apa jika ternyata aku meninggalkanmu. Hilang dalam ingatan Teringat dalam pikiran Aku meninggalkan Yang… Read more
-
Aku akan kehilanganmu Kehilangan satu persatu Semua yang pernah bersatu Kehilangan dirimu Kehilangan diriku Akan ada waktu Kita ditelan waktu Read more
-
Senyummu itu, perlahan mengikatku. Menarik ulur hatiku yang sedang kau genggam itu. Aku melayang oleh senyummu, romansa tiap hari terbayang. Seandainya aku bisa meminjamnya, senyummu akan kukembalikan nanti. Saat waktu sudah menimbunmu, kelak nanti senyummu hidup dimana-mana. Read more
-
Segala yang dibenci dilakukan, membuktikan bahwa Tuan tidak pilkasih. Sebab, ia seringkali terlihat mencintai yang lain daripadaku. Biasanya tuan selalu memberiku sedikit pelajaran dan pengertian atas perbuatanku, namun kini Tuan acuh. Ia bersikap seolah sudah lelah memberiku makan sebab aku tak pernah kenyang dan selalu meminta lagi. Aku bertanya “Tuan, mengapa engkau tak lagi memperhatikanku?… Read more
-
Terhirup wangi dari angin yang dihempas saat berlari. Terlihat kegelisahan hadir disekujur aromanya. Satu lift bersama menuju lantai yang berbeda. Hanya kita berdua, ia berulang kali menatap waktu yang berada dipergelangannya. Namun wanginya sudah tersimpan dalam lift yang kita pijaki. Harumnya berkembang-biak di hidungku bahkan hingga ke paru-paruku. Pintu lift terbuka, ia bergegas menuju ruangannya,… Read more
-
Apa kabarmu? Kuharap apa yang kamu ceritakan padaku dulu sedikit berkurang atau mungkin sudah hilang. Kuharap meskipun tak bersama, tapi kamu takkan pernah melupakanku. Sebab, aku mencintaimu dari hati. Tak terpungkiri oleh rasa sakit. Sakit hanya setitik, namun cintaku selangit. Sebab aku tetap disini mencintaimu dalam pahit. Manismu tetap sama kan? Kamu tak pernah murung… Read more
-
Sudah memasuki bulan dimana merah terlihat diujung mata. Kegembiraan nampak mulai berkurang dari Agustus sebelum-sebelumnya. Bulan dimana perjuangan sipil begitu gagah, tapi itu dulu. Kini sipil lesu, akibat ada yang ingin menjadi pahlawan. Bukan memerdekakan, tapi melahirkan ketakutan baru. Menyadari bahwa sipil masih dijajah. Oleh tikus yang ada di istana. Read more
-
Mengejar tak pasti Memeluk harapan Melepas harapan Kehilangan harapan Pedih diujung pelipis Meninggalkan sayatan Yang membekas Asa menjadi mayat Yang terkubur dalam hangat Dipeluk kematian Read more
