Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

ahsae

  • Hilang arah dalam bisik

    Hendak membasuh diri dengan kebaikan, namun ada bisik yang membuat terusik. Nikmat yang singkat hingga membuat terpikat dan melekat. Meminta tolong namun aku berbohong, hingga bisik menjadi asik yang tak lagi mengusik. Bisik itu memaku dalam sesat, sesat yang hebat hingga hilang arah dan sulit untuk kembali. Read more

  • Sejenak Memberi Arti

    Dia hadir, dia hadir, dan dia juga hadir. Ada yang sengaja diundang ada yang tak sengaja. Bukan perkara main-main, tapi tentang mencari. Takut mengecewakan, takut tak bisa memilih, takut semua ini percuma. Tuhan memberikan isyarat-isyarat namun sulit kubaca. Inikah yang terbaik? Atau apa arti dari semua ini? Sejenak berikanku waktu untuk memahami arti. Read more

  • Dilema

    Diantara pilihan, aku tak mampu memilih. Lengan layu, mengayun pada ujung jari. Bukan pecundang ataupun pembohong. Memilih namun ringkih, tentang hati yang tak pasti. Takut hujung berubah, memburuk dan terpuruk. Read more

  • Hujan Bayang

    Hujan menyapa dalam bentuk cinta yang tak dipungkiri. Nyaman dan sejuk, begitulah hawa ketika engkau hadir. Tatkala rintik bergeming, engkau berbisik lembut seraya membuatku merasa disayang. Tuhan, hujan adalah ciptaanmu yang begitu memberi arti. Read more

  • Tenggelam Diri

    Tatkala aku harus berubah, supaya semua orang menyukaiku. Aku mencintai diriku, namun aku dibenci. Aku yang selalu tersenyum, membuat mereka termenung. Hingga aku dirundung, perkara mereka yang tak menyukaiku. Tatkala itu, aku membenci diriku. Aku yang apa adanya menilai ada apanya. Aku tak punya apa-apa dan aku tiada adanya. Perkara eksistensi yang kian meredup, aku Read more

  • Sepi Menyepi Sendirian

    Tuhan, jika memang kesepianlah teman sejatiku maka buatlah aku tenang bersamanya. Jika memang menyepi adalah caramu untuk membuatku mendekat maka terimalah aku. Jika sendirian adalah jalan hidupku yang kau berikan maka lapangkanlah dadaku dalam sepi dan menyepi. Read more

  • Aduh

    Jatuh, sakit. Namun mencoba kembali bangkit. Tanpa mengungkit rasa sakit. Cinta, indah. Jatuh cinta terasa indah namun sakit. Sakit karena tak bangkit dari harapan yang terakit. Menjauh dari cinta itu sulit, seperti kulit teriris-iris lalu berbelit. Read more

  • Waktu Aku Mencintaimu

    Apakah aku berhak mencintaimu? Apakah aku berhak dicintaimu? Apakah ada kalanya menjadi “Kita”? Walaupun tak ada cinta yang menjadi kata. Apakah aku bisa membuatmu bahagia Dengan cinta yang terucap setia? Apakah aku bisa membuatmu baik-baik saja, Dengan cinta yang hanya tindakan saja? Bagaimana aku bisa mencintaimu, jika dirimu hanyalah harapanku. Bagaimana jika dirimu tiada, kita Read more

  • Dalam

    Setiap melangkah, ku terjatuh. Dalam pelukan yang tak memeluk. Dalam rindu yang tak dirindu. Tersesat dipojok cinta dan gelisah. Sejak kapan aku jatuh dalam kegelisahan begitu dalam. Mungkin, mencintaimu membuatku berpikir dalam. Apakah kedalaman ini mampu kutakluki atau aku akan pergi begitu dalam dan menghilang. Read more

  • Memang berteman dengan kesepian seperti love-hate relationship. Bebas namun sedih, sedih namun bebas. Begitulah nampaknya kesepian. Aku ingin memeluknya, tapi menyakitkan. Read more