Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

Bacaan Ringan

  • Petapa

    Dalam pertapaan itu, dirimu menjelma menjadi apa yang kubayangkan. Tapi ternyata aku terlalu takut menghadapi kenyataan itu. Aku bahkan ingin menghilangkan bayangan itu dari pikiranku. Namun, semua sudah terlambat. Pertapaanku sudah selesai, inilah hasilnya. Read more

  • Halaman dan Penanda

    Kubaca berulang kali halaman yang sama, tentang bagaimana perjalanan cinta kita. Tentang kebahagiaan yang pernah kita lalui. Satu halaman yang berisi bagaimana kita saling bergenggaman tangan, berpiknik ria sambil berbicara tentang orang sekitar. Tak ada senyummu di halaman itu, tapi aku ingat dengan jelas raut wajahmu yang ceria. Raut wajah yang membuatku jatuh hati berkali-kali. Read more

  • Menikmati Api

    Nyalakanlah, dan rasakan hangatnya lilin yang menyala. Nikmati apa yang sedang dihadapanmu, jagalah itu dan rasakanlah bahwa itu kenikmatan yang kamu miliki. Seperti mencintai. Read more

  • Terikat Drama

    Tak bisa ku berbohong tentangmu, akupun tak bisa berbohong tentangku. Namun, ia mulai bermain peran, seakan aku baik, seakan aku jahat. Seakan dunia ini hanya bertemu denganku, dengan semua kebohongan yang mereka buat tentangku. Aku bukan penulis skenario, aku hanya berperan sebagai aktor utama yang miris nan menyedihkan. Drama dibuat dan takkan berhenti sampai semua Read more

  • Sulit Mencintai

    Mencintai itu sulit, bahkan begitu menderita. Melepas segala kebebasan hanya untuk dirimu, dirimu yang menjadi alasan cinta untuk tumbuh. Aku takut mendekatimu, aku takut menjauh darimu. Read more

  • Penghujung Waktu

    Di penghujung waktu, aku mengingatmu Di gusarnya matahari dengan teriknya Aku menjelma waktu, abadi dalam cinta. Menjadi waktu tak mudah, Sebab, ia akan menjadi dirimu dan diriku. Kitalah waktu itu. Di penghujung waktu, aku mencintaimu Di penghujubg waktu, aku bersamamu Read more

  • Apron Coklat

    Diwaktu dirimu memakai apron, terlihat begitu anggun. Bahkan aku merasa tersipu, padahal dirimu tak mengucap apapun. Aku mencintai apapun tentang dirimu, bahkan kamu terdiam pun aku tetap mencintaimu. Andai, kita bisa bercakap, meminum minuman favorit kita. Ku yakin itu waktu yang sangat berharga, bahkan selamanya kuharap begitu. Read more

  • Lihatlah lukisan itu, terlihat seperti dirimu. Pasti kamu pun tak melihatnya, karena aku melihatnya seperti kamu yang bahkan kamu pun belum tentu melihat dirimu. Aku suka lukisan itu, sepertimu tapi bukan kamu. Aku ingin memilikinya tapi tak mungkin. Karena lukisan ini hanyalah hiasan. Iya sih hiasan, toh dia dipajang saja sudah membuat hatiku mencintainya. Read more

  • Senada Sunyi

    Kerlip cahaya yang kian padam, sunyi menghimpit begitu keras sehingga membuatku sesak sekarat. Saat resah gelisah menari di dalam dadaku, membuat hatiku seakan meledak. Hanya tenang, bukan sunyi yang kudambakan. Pelukanmu itu yang membuatku tenang. Tapi angan hanyalah angan, layaknya angin berhembus dingin walau tak ingin terasa dingin.  Begitulah sunyi, terkadang sering datang seperti tetangga Read more

  • Kertas Malam

    Ku merindukanmu, secarik kertas ini menjadi bukti kisah rinduku padamu. Tatkala gelap menghimpit, bisik-bisik bayangmu menghampiri kegelisahanku. Dihujung pena, tulis rindu ku padamu. “Wahai bintangku, yang kian menghias langit nan jauh. Indahku padamu, cahayaku padamu. Kini rinduku tak berhujung, seakan menggerogoti pikiranku laksana rayap menghiasi kayu pintuku. Malam menjadi gusar, siang menjadi dahaga. Aku bertepi Read more