Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

Bacaan Ringan

  • Suara Hati

    Dalam suaramu, kau menyanyikan lagu yang menyayat hatimu. Lirih dalam luka yang tertanam membuat suaramu merintih. Hingga sesak dan tersedak bahkan air matamu hampir terjatuh. Dirimu menyanyikan lagi itu, membuatku merasakan rasa sakit yang kau alami sampai kini. Engkau bertahan dengan rasa sesak, hingga kini suaramu menyanyikan seraya melepaskan sakaratul maut cintamu. Engkau rindu dengannya, Read more

  • Kala Mimpi

    Di persimpangan kenyataan dan harapan, aku menemuimu dengan rasa bersalah. Aku menemuimu dalam kebohongan semu yang menakutkan. Aku dibunuh olehmu, oleh cintamu. Cintamu yang merasuk tubuhku perlahan kurindukan, namun tanpa sengaja aku akan terbunuh perlahan. Cintamu itu racun yang mencekik relung hatiku. Ruang hatiku bisa penuh oleh rasa cintamu. Tapi aku enggan, enggan merindukan cinta Read more

  • Senyum di Matamu

    Dirimu duduk di belantara, menatap mesra layar gawaimu. Diantara sekian banyak waktu yang kulalui denganmu, kali ini senyummu berbeda. Seperti sedang berkencan, berduaan di taman mimpi sembari membahas hal-hal kecil yang lucu. Diriku duduk di depanmu, penuh rasa khawatir akan siapa yang dirimu kencani itu. Diantara sekian banyak waktu yang dirimu lalu denganku, tak pernah Read more

  • Di Penghujung Mimpi

    Aku terbangun, terasa begitu menyesakkan. Sosokmu hadir di penghujung mimpiku. Engkau mengubah hidupku, hanya dengan sedikit tersenyum di penghujung mimpiku. Ketiadaanmu kini, mengubah sedikit banyak tentang cara ku bermimpi. Engkau begitu indah untuk hadir, aku bahagia yang amat terdalam. Karena rinduku yang sangat amat dalam. Tak kusangka Tuhan mengisi sepiku dalam penghujung mimpi. Read more

  • iPod

    Secara acak lagu terputar, memainkan irama-irama sendu antara aku dan kenanganku. Tiba-tiba lagu yang tak asing, mengayun ditelingaku. “Pada waktu aku terjatuh–” menghantam memoriku dengan seluruh kenangan yang telah kualami. Dirinya hadir dalam bayangan, kasih sayang yang begitu dalam begitu mengalir kepadanya. Engkau di sana, apakah sejenak memikirkanku. Aku merindumu dalam setiap lagu. Engkau hadir Read more

  • Keramaian

    Terusik bisik-bisik sok asik. Mereka berbicara seakan mengetahui banyak hal, tidak ada yang lebih mengetahui dibanding Tuhan. Mereka menerka, sebenarnya terluka. Terluka oleh kenyataan yang seharusnya bisa mereka bentuk, namun mati tertutup oleh sosial yang membuatnya sial. Rasakan saja hidup terbisik oleh pengusik sok asik yang katanya mengerti hidupmu itu. Read more

  • Kehilangan Hari

    Hari demi hari kulewati, menanti hari yang akan tiba. Dimana aku dan kamu akan menjalani hari bersama, dan kita takkan terpisah bahkan oleh maut pun. Aku menantimu, dalam bayangan takdir yang kuhadapi. Aku merindumu, dalam samudera yang menenggelamkanku. Aku telah kehilangan diriku, sebab aku kehilangan hari disaatku merindumu. Read more

  • Suka Terdiam

    Jelas di matamu, bukan aku. Aku, masih buta karenamu. Kala kita berbincang, aku terdiam; Suka. Tak bisa mata ke mata. Aku ragu akan kata. Menahan rasa suka yang terdalam. Aku Terdiam. Read more

  • Kata dan Angka

    “10 Juta cukup?” “Engga, segitu untuk apa?” “Yah untuk pernikahan kita.” “Kamu yakin hanya ada 10 Juta? Bagaimana untuk uang lamaran, mas kawin dan lain-lain?” “Untuk maskawin bisa, tapi untuk kita berselebrasi merayakan pernikahan kita sepertinya ngga bisa.” Kekecewaanmu muncul, kamu tak mengira dia akan memberikan pernyataan seperti itu. Uang tak cukup. Lagipula untuk apa Read more

  • Perpisahan, Lagi

    Katanya hidup itu memang sebuah perpisahan. Kalau begitu, tak ada artinya saling mengenal? Yah, hidup berputar dan berubah, kita akan selalu kehilangan sesuatu, entah kedekatan, kenangan, bahkan kebersamaan. Tapi siapa sangka akan ada waktu dimana perpisahan datang secepat hembusan angin. Saat ini, hanya diperlukan kefahaman akan hidup yang seperti itu. Read more