bersama
-
Siapa yang tak berharap, memetik bunga yang sudah ditanam sejak masih bibit. Begitu indah mekarnya bagai melihat bayi yang baru lahir. Perjuangan yang cukup memakan waktu, yang tak lain hanya untuk melihatnya berkembang dan mekar. Tapi, siapa yang tak bosan menunggu? Melakukan sebuah proses namun tidak terlihat, yang dirasakan hanya menunggu dan membuang-buang waktu. Tanpa Read more
-
Ia, datang, dan tiba-tiba terlibat dalam perasaanku. Padahal ia baru saja menemuiku dan aku pun baru mengenalnya, walaupun kamu sudah sering kulihat. Perkenalan singkat, yang mungkin saja bisa jadi takdir untuk kita. Begitulah harapanku. Read more
-
Bukannya aku takut untuk mencintaimu, tapi apalah dayaku yang hanya seorang yang tak memiliki apapun. Aku tak tau apa yang kau mau, sehingga aku tak bisa memenuhi apa itu. Sialnya aku, jatuh hati padamu begitu dalam. Tak bisa kulihat dirimu hanya sebagai teman. Lalu, aku diharapkan untuk mencintaimu. Sayangnya aku masih takut. Selalu takut. Read more
-
Diwaktu dirimu memakai apron, terlihat begitu anggun. Bahkan aku merasa tersipu, padahal dirimu tak mengucap apapun. Aku mencintai apapun tentang dirimu, bahkan kamu terdiam pun aku tetap mencintaimu. Andai, kita bisa bercakap, meminum minuman favorit kita. Ku yakin itu waktu yang sangat berharga, bahkan selamanya kuharap begitu. Read more
-
Aku hanya bisa berkata tentangku, tentang yang lain hanyalah sebuah sisipan yang tak kukuasai. Telah hilang ragaku dalam semayam, tersadar oleh bayanganku. Tanda yang berulang, menjadi kisah. Kisah pilu yang tertuju untuk cinta dan kematian. Rindu itu dekat, cinta itu disebelahmu. Semua menghilang karena tanda darimu harus kucari kembali. Tanpa tangis walaupun ingin. Ingin memelukmu; Read more
-
Kerlip cahaya yang kian padam, sunyi menghimpit begitu keras sehingga membuatku sesak sekarat. Saat resah gelisah menari di dalam dadaku, membuat hatiku seakan meledak. Hanya tenang, bukan sunyi yang kudambakan. Pelukanmu itu yang membuatku tenang. Tapi angan hanyalah angan, layaknya angin berhembus dingin walau tak ingin terasa dingin. Begitulah sunyi, terkadang sering datang seperti tetangga Read more
-
I lost myself, cause i just not good enough to reach someone who i liked to. Cukup, diri ini pesimis tentang mendekati. Mencintai dari jauh dan bersembunyi. Hingga hilang semua yang diharapkan. Berharap balik? Mungkin aku dibenci. Mungkin semua ini hanya persepsi, dari aku yang hanya bisa mengumpat. Takut, selalu saja begitu diriku. Aku menilai Read more
-
Kala malam menyepi, dirimu duduk diantara keheningan. Menyapu segala bising, sehingga sayupmu begitu jelas. Tatkala aku bergumam tentangmu, dirimu tersipu. Namun, aku takut jika kau akan menghilang dari hadapanku. Dirimu menyegarkan layaknya oasis ditengah gersangnya padang pasir, namun aku khawatir bayanganmu itu ternyata menipuku. Aku takut ketika sudah menghampirimu, ternyata semua itu hanya khayalan dan Read more
-
Sebentar rasanya, namun dirimu masih mengingatku. Dikala waktu tak pernah berpihak, aku diingat oleh dirimu. Aku bahagia, sekecil itu membuat diriku makin mencintaimu. Mungkin ini bukan cinta yang murni, karena kurasa aku mencintaimu di level eros. Aku ingin mencintaimu dengan perasaan sesungguhnya. Namun, aku belum siap mencintaimu, karena aku tau siapa diriku dan bagaimana diriku. Read more
