Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

bloganuary

  • 826

    Sendiri, memikirkan apa yang terjadi baru-baru ini. Aku terhanyut oleh pernyataan tertulis, bahwa semua ini akan menjauh dan pergi. Aku takut, aku sedih dan aku hanya bisa berharap jika pertemuan berikutnya lebih baik. Read more

  • Perjalanan

    Tiap jalan yang kupandang, keberadaanmu mengiringi. Hembusan angin jalanan, mengelus tubuhku olehmu. Satu persatu angin menyapaku, membisikkan cintamu padaku. “Ahh, sejuk sekali” katamu. Aku mengecup dinding-dinding debu, yang menemaniku seraya dipeluk erat olehmu. Read more

  • Pintu Rumah

    *tok tok* Aku mengetuk pintu rumahmu, berharap engkau membukanya dan memberi senyummu. *tok tok* Aku berharap kali ini engkau membukanya dan memberiku sedikit senyum manismu. *tok tok* Ini yang terakhir, aku berharap engkau membukanya dan memberiku senyum. Read more

  • Kacamata

    Terlihat jelas kini, pandanganku terhadapmu. Yang kian hari semakin jelas semakin buruk. Kulihat kebohonganmu, kulihat kepiawaianmu dalam menusuk hati makhluk. Terlihat air matamu yang mengering, memohon padaku untuk tetap. Tidak, meskipun kau mengerang dan mengaum padaku, takkan goyah hatiku. Karena semua sudah terlihat jelas. Read more

  • Layar

    Bersinar terang, memancarkan bagaimana harusnya aku bekerja. Menekan tombol-tombol pintasan rupanya tak membuat pekerjaan lebih mudah ataupun lebih cepat. Aku kembali menatap layar, muncul sebuah pop-up notifikasi tambahan pekerjaan. “Yasudahlah, aku harus bekerja bagaimanapun juga” Aku berkata dalam hati. Mungkin memang ini yang harus kulakukan, menatap layar 24/7. Read more

  • Terlambat

    Disaat semua berjalan lebih baik, aku terlambat menyadari. Menyadari bahwa kamu yang membuat semuanya menjadi baik. Kini kamu pergi, meninggalkan sisa-sisa kebaikan yang kamu tuai. Kini, aku merindukanmu. Seandainya aku bisa membuat hidupmu lebih baik juga. Read more

  • Pesimis

    Bagaimana aku bisa memberimu kebahagiaan, jika hidup ini diambang ketidakpastian. Takut mengecewakan hidupmu yang sudah baik, takut membuatmu sakit dikala hidupmu sedang baik-baiknya, dan aku takut hidupmu menjadi semakin tidak baik. Walaupun kau ingin bersamaku, kumohon jangan. Aku hendak membiarkanmu mendapatkan yang lebih baik dariku. Jika dirimu merasa lebih baik bersamaku, maka aku akan bertanya Read more

  • Wink

    Siapa yang tak meleleh melihatmu melakukannya? Aku heran, aku jadi deg-degan setelah melihatnya. Masa iya cintaku semakin besar karena kamu seperti itu. Tolong, jangan berhenti yah. Aku suka walaupun membuat jantungku berdegup tak karuan. Tapi, makasih yah sudah memberiku kebahagiaan. Read more

  • Terlelap

    Langit menghitam, titik berkilau bermunculan. Aku sedang menunggumu hadir didalam hidupku. Sepi menyapa, aku seorang diri tak kuasa diselimuti rasa pekat dari sepi. Mata memerah, badan terasa lemas. Sudah tak sanggup diriku menahan rasa itu semua. Bisakah aku melupakan perasaan itu? Read more

  • Takut Untuk Menetap

    Aku mencintaimu, tapi aku harus pergi. Perahy ini harus berlayar kembali. Jika diam, angin mengombang-ambing perahu ini. Lebih baik kita bergerak dan berpisah. Tinggalkan perahu ini, dan kita saling berlayar dengan perahu yang berbeda. Karena, aku takut bersamamu. Aku takut tak bisa berlayar bersama ke arah yang kita tuju. Aku hanya takut untuk menetap. Read more